Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Penipuan Kripto Bermodus Kecanggihan Teknologi dan Psikologi

📅 Jumat, 15 Nov 2024, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

1. Kerentanan kognitif

Lapisan pertama ini berkaitan dengan cara orang berpikir dan mengambil keputusan yang berpotensi membuat mereka mudah tertipu dalam investasi cryptocurrency. Contoh kerentanan ini adalah memanfaatkan celah fear of missing out atau FOMO (takut kehilangan kesempatan) dari calon korban.

FOMO dalam konteks mata uang kripto adalah kondisi di mana seseorang tergesa-gesa ikut berinvestasi karena melihat orang lain sukses atau kaya mendadak, tanpa mengecek informasi dengan teliti. Selain itu, calon korban didoktrin sudah memahami teknologi cryptocurrency, padahal pengetahuannya sebenarnya masih dangkal.

2. Rekayasa sosial

Lapisan ini meliputi trik-trik yang digunakan penipu untuk menjebak korban. Dalam kasus cryptocurrency, penipu sering berpura-pura menjadi ahli keuangan atau pakar teknologi untuk mendapat kepercayaan korban. Mereka juga membuat bukti palsu seperti testimoni bohong dari orang yang diklaim sudah sukses atau berpura-pura mendapatkan dukungan dari selebriti untuk meyakinkan korban.

3. Pemanfaatan teknologi kripto

Lapisan ketiga ini menjadi ciri khas dalam penipuan cryptocurrency. Karena cryptocurrency berjalan tanpa pengawasan bank atau pemerintah, transaksi yang dilakukan bersifat permanen. Penipu memanfaatkan sifat ini sehingga setelah uang dikirim, maka tidak ada cara untuk mengembalikannya.

Bagaimana penipu mengeksploitasi teknologi kripto

Teknologi kripto yang rumit sering kali membuat korban kebingungan dan menjadi rentan terhadap penipuan. Di penelitian ini, kami menemukan banyak korban terjebak dengan istilah teknis seperti “cloud mining” atau “liquidity mining” yang terdengar kredibel namun sering kali hanya digunakan sebagai kedok penipuan.

Pseudo-anonimitas atau anonimitas semu adalah karakteristik lain dari banyak cryptocurrency yang juga dimanfaatkan oleh para penipu. Artinya, meskipun identitas pengguna tidak terlihat secara langsung (misalnya, Anda tidak melihat nama atau alamat mereka), setiap transaksi dicatat secara publik di blockchain.

Para penipu dapat membuat beberapa dompet cryptocurrency untuk mengaburkan jejak mereka, sehingga mempersulit otoritas untuk melacak pelaku dan mengembalikan dana yang dicuri.

Contoh kasus yang pernah dilaporkan di Amerika Serikat, korban diiming-imingi investasi pada platform bernama “BitFunds” yang menjanjikan keuntungan dari penambangan Bitcoin. Penipu berhasil mengeksploitasi rasa percaya diri korban terkait cryptocurrency serta efek FOMO atas potensi keuntungan besar.

Pelajaran bagi Indonesia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.