Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindarkan Gen Y dan Z Dari Generasi Sandwich Menuju Visi Indonesia Emas 2045

📅 Jumat, 15 Nov 2024, 12:05 WIB | Oleh:

Minim Literasi Keuangan 

Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), Syarifudin Yunus kepada Koran Jakarta mengatakan salah satu faktor utama yang menyebabkan lahirnya generasi sandwich adalah minimnya literasi keuangan.

Banyak pekerja atau individu sebagai generasi pertama tidak mempersiapkan dana pensiun. Akibatnya, beban keuangan yang ditanggung generasi kedua sangat berat, sebab berada di posisi tengah yang dijepit beban dari atas dan bawah atau mirip sandwich. Hal itu berdampak kepada ketidakmerataan distribusi beban finansial di antara tiga generasi. 

Apalagi papar Syarifudin, data terbaru menunjukkan usia harapan hidup penduduk Indonesia semakin membaik menjadi rata-rata 73 tahun. Jika menggunakan hitungan matemastis, maka masa pensiun dijalani rata-rata 18 tahun oleh pekerja sektor formal yang pensiun di umur 55 tahun.

“Hasil hitung-hitungan kami kalau pekerja ingin mempertahankan standar dan kualitas hidupnya saat pensiun sama ketika dia masih bekerja, maka replacement rasio idealnya 70-80 persen,” kata Syarifudin.

Sebagai informasi, replacement rasio adalah pendapatan bulanan ideal yang harus dimiliki seseorang pada masa pensiun yakni berkisar 70 hingga 80 persen dari gaji terakhir yang diterima.

Kendati demikian, usulan ILO dengan replacement ratio 40 persen dinilai sudah lebih baik, ketimbang replacement ratio di Indonesia saat ini yang baru mencapai 15 persen.

“Bagi pekerja formal peserta Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) dari BPJS Ketenagakerjaan, besaran yang mereka terima saat pensiun itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs),” kata Syarifudin.

Sebab itu, perlu alokasi tabungan tambahan atau top up iuran yang selama ini dibayarkan dari potongan upah dan tambahan pembayaran oleh pemberi kerja, sehingga ketika pensiun hidup pekerja lebih baik dan tidak membebani generasi berikutnya.

Edukasi dan sosialiasi kepada para pekerja khususnya Gen Y dan Z agar membuat perencanaan keuangan sejak dini sangat penting, terutama alokasi penggunaan penghasilan mereka untuk tabungan, asuransi, dana pensiun dan kebutuhan harus proporsional. 

Perencanaan keuangan yang matang diyakini akan membuat Gen Y dan Gen Z tidak menjadi generasi sandwich, tetapi menjadi bagian dari bonus demografi yang produktif dalam mengantar bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.