Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindarkan Gen Y dan Z Dari Generasi Sandwich Menuju Visi Indonesia Emas 2045

📅 Jumat, 15 Nov 2024, 12:05 WIB | Oleh:
Hindarkan Gen Y dan Z Dari Generasi Sandwich Menuju Visi Indonesia Emas 2045 Doc: BPJS Ketenagakerjaan
Ket. Menikmati masa pensiun tanpa membebani anak

DALAM Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Pemerintah menetapkan visi menjadi negara maju pada tahun 2045, tepat di usia emas atau yang dikenal dengan visi Indonesia Emas. Pada saat itu, Pemerintah memproyeksikan pendapatan per kapita berkisar 23.000-30.000 dollar AS atau setara dengan negara-negara maju, sekaligus sebagai pertanda Indonesia lolos dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Target tersebut tentu sudah melalui kalkuasi yang matang dengan memperhatikan faktor-faktor pendorong terutama resources, baik sumber daya alam (SDA) maupun human capital atau sumber daya manusia (SDM) yang ada. Sebagai kunci untuk mencapai target “Indonesia Emas” tersebut sangat bergantung pada bagaimana mengoptimalkan produktivitas SDA dan SDM yang ada, sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk Indonesia.

Jika mencermati data yang disajikan Review Rencana Tenaga Kerja Nasional 2020-2024 dan data dari Badan Pusat Statistik Nasional (BPS), maka Indonesia hanya punya waktu dua dekade untuk naik kelas menjadi negara maju atau jadi negara yang gagal keluar dari middle income trap.

Pengalaman dari negara maju menunjukkan bonus demografi hanya terjadi sekali dalam sejarah satu negara karena adanya kecenderungan penduduk semakin menua atau aging population dan setelah itu penduduk usia produktif berkurang.

Sebagai informasi yang dimaksud dengan bonus demografi adalah ketika penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun lebih banyak dibanding penduduk usia nonproduktif 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas. 

Kementerian Ketenagakerjaan pun telah memublikasi data Review Rencana Tenaga Kerja Nasional 2020-2024 tentang struktur umur penduduk pada rentang 1961-2015 dan proyeksi hingga 2045. 

Data menunjukkan jumlah usai kerja 15-64 tahun meningkat dari 53,4 juta orang pada 1961 menjadi 171 juta orang pada 2015 dan diproyeksikan akan terus meningkat menjadi 207,9 juta orang pada 2045 mendatang. 

Sedangkan, jumlah penduduk di bawah 15 tahun masih akan meningkat dari 41 juta pada 1961 menjadi 65,7 juta jiwa pada 1990 dan turun menjadi 63,2 juta orang pada 2000 dan kembali naik pada 2015 mencapai 70,8 juta anak dan diproyeksikan mulai berkurang setelah 2020 menjadi sekitar 65,8 juta. 

Sedangkan penduduk lanjut usia 65 tahun ke atas diperkirakan akan terus meningkat tajam dari 2,6 juta tahun 1961 menjadi 44,9 juta pada 2045 atau naik 17 kali selama 84 tahun.

Kaya Sebelum Tua

Ekonom Senior dari Universitas Indonesia yang juga pejabat Menteri Keuangan periode 2013-2014, Chatib Basri, mengatakan penduduk Indonesia harus kaya sebelum tua demi mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal itu penting kata Chatib karena potensi pengeluaran negara menjadi lebih besar ketika populasi penduduknya didominasi golongan yang tidak produktif. 

“Pendapatan negara juga bisa menurun karena produktivitas kerja warganya merosot. Sedangkan di waktu yang sama, Indonesia perlu percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata Chatib dalam Economic Outlook 2024 beberapa waktu lalu. 

Dalam kesempatan lain, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR baru-baru ini mengatakan periode bonus demografi Indonesia bakal berakhir pada 2041 mendatang. 

Bahkan, beberapa provinsi akan mengakhiri bonus demografi tersebut dalam waktu dekat atau kurang dari 10 tahun, seperti Sumatera Barat pada 2030. Begitu pula dengan Provinsi Bali, Yogyakarta dan Sulawesi Barat akan berakhir pada 2033. Sedangkan Jawa Timur dan Jawa Tengah akan berakhir pada 2034.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

13 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.