Jakarta Pasang 90 Sistem Peringatan Dini
📅 Rabu, 13 Nov 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
JAKARTA – Lokasi-lokasi yang rawan banjir dipasangi sistem peringatan dini (EWS) secara digital. Sedikitnya ada 90 titik yang dipasangi alat tersebut. “Pemasangan EWS di lokasi rawan banjir Jakarta dilaksanakan untuk mengantisipasi bencana air,” jelas Kapusdatin Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohammad Yohan, Selasa (12/11).
Yohan mengatakan 90 lokasi tersebut tersebar di 69 kelurahan. Adapun sebaran lokasi adalah 3 titik di 3 kelurahan (Jakarta Pusat), 13 titik di 12 kelurahan (Jakarta Utara), 15 titik di 11 kelurahan (Jakarta Barat), 29 titik di 19 kelurahan (Jakarta Selatan), dan 30 titik di 24 kelurahan (Jakarta Timur).
“Data sementara lokasi masih bisa bergeser melihat kondisi lapangan,” ujarnya. BPBD menargetkan pemasangan terus berjalan hingga bulan Desember. Yohan menjelaskan, EWS memiliki delapan sensor untuk mencatat ketinggian air, debit air, kecepatan angin, arah angin, kecepatan aliran, suhu, kelembapan, dan curah hujan.
Peringatan EWS akan masuk secara otomatis ke dalam Sistem Informasi Manajemen Bencana (Simba) yang saling terintegrasi dan melengkapi. Peringatan akan disampaikan melalui media radio, pesan singkat (SMS) dan WhatsApp yang sistemnya terpusat dari kantor BPBD serta laman https://bpbd.jakarta.go.id/.
Dengan demikian, EWS diharapkan efektif sebagai bentuk mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana banjir. Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air Jakarta mengenalkan enam inovasi pengendali banjir yang ditempatkan di lokasi-lokasi langganan banjir setiap hujan deras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beragam inovasi mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir berbagai wilayah Jakarta, hingga optimalisasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir. Enam inovasi pengendalian banjir, antara lain pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti wadu/embung, penguatan tanggul kali, dan pembangunan sistem pompa (polder). Kemudian, mengecek rumah pompa, pintu air, dan hingga alat berat
Juga, menyiagakan satuan tugas (satgas) di lapangan dan peningkatan kapasitas drainase kawasan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta telah berkoordinasi dengan daerah penyangga untuk memetakan lokasi banjir. Ini menjadi strategi untuk mengantisipasi bencana dan mempercepat penanganan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan, telah menjalin komunikasi erat dengan daerah penyangga seperti Bogor dan Depok untuk mitigasi banjir, khususnya pengelolaan sungai Ciliwung.
“Langkah ini diambil untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi menghadapi bencana banjir yang dapat mempengaruhi Jakarta sekitar,” jelas Isnawa. Isnawa menjelaskan, kawasan bantaran sungai Ciliwung merupakan salah satu zona rawan banjir Jakarta.
Untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemprov Jakarta pun meluncurkan program sosialisasi seperti membagikan informasi cuaca dan banjir. Kemudian, menyiagakan petugas penanggulangan bencana, dan memberikan edukasi masyarakat.
“Dengan program sosialisasi ini, Pemprov Jakarta berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko banjir. Maka, perlu partisipasi aktif dalam mitigasi bencana,” tambah Isnawa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!