Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sendratari The Missing Sinta Jadi Momen Perkenalkan Budaya Indonesia di Singapura

📅 Senin, 11 Nov 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sendratari The Missing Sinta Jadi Momen Perkenalkan Budaya Indonesia di Singapura Doc: ANTARA/HO-KBRI Singapura
Ket. Sendratari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bertajuk The Missing Sinta.

Jakarta - Sendratari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bertajuk The Missing Sinta menjadi momen untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di kancah internasional, termasuk di Singapura.

Pertunjukan The Missing Sinta itu sekaligus menjadi upaya untuk memperkuat hubungan diplomatik dan budaya antara Indonesia dan Singapura.

Acara yang digelar di Republic Polytechnic, Singapura pada Jumat (8/11) tersebut menghadirkan ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, dosen dan masyarakat umum di Singapura.

"Dengan suksesnya penampilan The Missing Sinta di Republic Polytechnic, ISI Surakarta berhasil menunjukkan bahwa seni tradisional Indonesia memiliki daya tarik universal dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat lintas negara," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Satrya Wibawa.

Melalui siaran pers KBRI Singapura di Jakarta, Ahad, Satrya berharap agar inisiatif seperti itu dapat terus dikembangkan guna memperkenalkan kebudayaan Indonesia di kancah internasional dan mendukung upaya diplomasi budaya Indonesia di dunia.

Sendratari The Missing Sinta mengangkat kisah epos Ramayana yang sarat akan nilai moral, cinta, dan pengorbanan. Cerita itu berfokus pada kisah pencarian Dewi Sinta oleh Rama, yang dibantu Hanuman dan pasukan kera dalam menghadapi tantangan demi tantangan.

Koreografi yang memukau dipadukan dengan musik tradisional Jawa berhasil menyampaikan emosi dan ketegangan dari setiap babak cerita sehingga memikat perhatian penonton yang hadir, seperti dikutip.

Pementasan yang juga merupakan rangkaian muhibah pendidikan yang digelar ISI Surakarta di sejumlah lembaga seni di Singapura itu, melibatkan sekitar 12 penari dan musisi ISI Surakarta.

Selain pertunjukan, para pengajar dan mahasiswa ISI Surakarta juga mengelar 
lokakarya gamelan, tarian serta pedalangan Jawa.

Dekan Fakultas Seni, Tatik Harpawati berharap agar penampilan sendratari tersebut dapat menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan kedua negara serta menjadi inspirasi untuk lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Menurutnya, seni tari seperti The Missing Sinta bukan hanya hiburan, namun juga cerminan dari identitas bangsa yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan secara luas.

Penampilan sendratari ISI mendapatkan sambutan yang positif dari penonton di Republic Polytechnic yang merupakan satu dari beberapa institusi pendidikan di Singapura yang memiliki perlengkapan gamelan Jawa serta aktivitas mahasiswa di bidang seni budaya Jawa.

Terkait dengan upaya untuk mendorong seniman Indonesia berkiprah di mancanegara, Kementerian Kebudayaan Indonesia menyiapkan sejumlah program yang didukung dengan dana Indonesiana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.