Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Harga Minyak Dunia Perlu Diwaspadai

📅 Sabtu, 09 Nov 2024, 01:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenaikan Harga Minyak Dunia Perlu Diwaspadai Doc: Antara
Ket. Prospek Ekonomi Global

JAKARTA– Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2024 berpotensi berdampak signifikan pada harga minyak dunia. Hal itu karena arah kebijakan energi Trump dari Partai Republik yang berbeda dari Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat dapat mengubah tren global terkait isu perubahan iklim dan energi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pemerintahan Trump di periode sebelumnya cenderung kurang mendukung penurunan emisi karbon di sektor energi, yang menjadi perhatian penting dalam isu perubahan iklim.

“Ini tentu akan memberikan dampak terhadap minyak dunia maupun terhadap tren ke depan pada isu-isu yang terkait climate change maupun energi,” kata Menkeu saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (8/11).

Sebelumnya, Trump sendiri mengusulkan peningkatan produksi minyak domestik guna menurunkan harga minyak internasional.

Selain pengaruh pada harga minyak, Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa kemenangan Trump akan membawa perubahan kebijakan lain yang dapat menimbulkan reaksi cepat dari pasar.ng menurun ke level 2,4 persen.

Pendanaan Transisi Energi

Perubahan tersebut mencakup ekspektasi terhadap penurunan pajak korporasi, peningkatan belanja pemerintah, dan kebijakan tarif impor yang lebih ketat, terutama terhadap Tiongkok. Tensi dagang yang kian tinggi dengan Tiongkok dapat memperpanjang era ketidakpastian di pasar global.

Risiko lain yang dapat timbul setelah kemenangan Trump yakni kontraksi manufaktur global dan tekanan fiskal di banyak negara.

Ekonomi AS sendiri, paparnya, masih menunjukkan resiliensi kuat dengan pertumbuhan sebesar 2,7 persen (yoy) pada kuartal III-2024, dengan tingkat pengangguran di level 4,1 persen, dan inflasi ya

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya mengaku perlu mewaspadai dua hal setelah Trump terpilih. Pertama, pendanaan transisi energi dalam kerangka JETP berisiko tidak berjalan karena AS di bawah Trump akan melakukan evaluasi terhadap komitmen iklim.

“Ini yang harus dicegah pemerintah dengan menekankan pentingnya JETP (Just Energy Transition Partnership) agar pemensiunan PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) batubara dan instalasi energi terbarukan tetap berjalan,” kata Bhima.

Kedua, risiko produk olahan nikel Indonesia tidak mampu masuk ke AS melalui skema Inflation Reduction Act (IRA).

Sebelumnya, Biden mendorong agar pemerintah dan pelaku usaha dibidang mineral kritis untuk meningkatkan standar ESG (environmental, social, and governance) agar bisa masuk ke rantai pasok bahan baku EV (electric vehicle) di AS. Trump mungkin meninggalkan skema IRA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Dihantam Suhu Ekstrem, Romb...
Luar Negeri
Presiden Hungaria Ungkapkan...
Luar Negeri
PM Baru Inggris Siap Alihka...
Prakiraan BMKG Cuaca Sebagian Sumatera Utara Hujan Ringan-sedang Senin Esok

Prakiraan BMKG Cuaca Sebagian Sumatera Utara Hujan Ringan-sedang Senin Esok

19 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.