Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cerita Warga Pulau Mensemut, Menolak Pindah Meski Terancam Tenggelam

📅 Jumat, 08 Nov 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Stigma ini menjadikan warga Mensemut ragu untuk berpindah karena harus hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya.

Kebijakan pemindahan yang tidak tepat

Salah satu kekuatan utama masyarakat Suku Laut di Pulau Mensemut adalah pengetahuan lokal mereka tentang alam. Mereka memahami pola cuaca, arus laut, dan tanda-tanda alam lainnya, yang menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah ancaman perubahan iklim, mereka terus menjaga pengetahuan ini, memanfaatkannya untuk mencari cara bertahan yang sesuai dengan kondisi alam yang berubah.

Memindahkan orang Suku Laut ke pulau-pulau lain bukanlah solusi yang mudah untuk mereka terima. Mereka secara terang-terangan tidak bersedia meninggalkan pulau yang menjadi rumah bagi mereka dan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.

Alih-alih memaksa relokasi, pemerintah dapat meredam dampak perubahan iklim yang sesuai dengan kondisi Mensemut. Misalnya melalui penanaman mangrove ataupun pembuatan tanggul serta pemecah ombak.

Pemerintah juga dapat meringankan upaya adaptasi warga dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pasokan air bersih, fasilitas dan tenaga kesehatan, listrik, dan pendidikan. Perumusan program ini wajib melibatkan masyarakat Mensemut untuk menghindari program-program adaptasi yang tidak tepat, ataupun membahayakan kehidupan warga (maladaptasi).

Pelibatan masyarakat juga bertujuan untuk merangsang pembuatan kebijakan adaptasi iklim yang berbasis kearifan-kearifan adat, sekaligus menghargai kebudayaan Orang Suku Laut.

Upaya lainnya adalah menindak segala macam pencurian ikan, pencurian pasir laut, dan sumber daya lainnya oleh kapal asing. Semuanya mengancam kehidupan warga Mensemut.

Iskandar, melalui perbincangannya dengan saya, menceritakan bahwa pencurian ikan di sekitar Pulau Mensemut kerap membuat tangkapannya merosot, sekitar 5 kilogram (kg) per malam. Ini terjadi karena banyak karang yang hancur lantaran aktivitas kapal ilegal. Padahal, dahulu dia pernah meraup lebih dari 100 kg ikan dan cumi dalam satu malam.

Terakhir, pemerintah Indonesia harus mengerahkan segala daya upaya untuk memangkas emisi yang membuat perubahan iklim semakin parah. Tanpa langkah agresif mengurangi pemakaian energi kotor serta memulihkan hutan dan laut, kebijakan adaptasi yang terbaik pun akan nampak seperti upaya tambal sulam.

Warga Mensemut adalah masyarakat yang berkontribusi sangat sedikit (atau mungkin tidak sama sekali) terhadap kerusakan alam. Jangan sampai kita membiarkan mereka menjadi korban terparah perubahan iklim.The Conversation

Nikodemus Niko, Assistant Professor, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Solidaritas Sosial dengan K...
Megapolitan
Kondisi Perekonomian Jakart...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.