Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Situbondo segera sisir 'lahan tidur' dan dikelola

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 22:45 WIB | Oleh:
Pemkab Situbondo segera sisir 'lahan tidur' dan dikelola Doc: ANTARA/Novi Husdinariaynto
Ket. Buruh tani di Situbondo, Jawa Timur, menanam bibit padi.

Situbondo - Pemerintah kabupaten Situbondo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan), Jawa Timur, bersama dengan kepolisian setempat segera menyisir beberapa lahan tidur tidak terpakai untuk dikelola guna mendukung percepatan swasembada pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro menjelaskan bahwa pendataan dan penyisiran lahan tidur itu dalam upaya untuk mengidentifikasi ketersediaan lahan pertanian yang dapat digunakan untuk produksi tanaman pangan.

"Lahan tidur tak terpakai yang nantinya kami lakukan pendataan setelah turun ke lapangan bisa dikelola untuk tanam padi dan jagung serta tanaman pangan lainnya," ujarnya di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa agenda penyisiran dan pendataan lahan tidur ini untuk menambah luas area produksi tanaman pangan untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan swasembada pangan.

Utamanya, lanjut Dadang, yakni produktivitas tanaman padi dan jagung karena daerah dituntut untuk meningkatkan produksi tanaman tersebut untuk mendukung program pemerintah pusat.

"Jadi, Presiden Polri memerintahkan ke jajaran Polri untuk turut serta menjaga kedaulatan pangan atau ketahanan pangan, khususnya di Situbondo, dan pembahasan ini disampaikan melalui rapat yang digelar di Polres Situbondo," katanya.

Menurut Dadang, langkah kongkret yang akan dilakukan oleh Dispertangan setempat dengan segera mencari lokasi-lokasi area tanah sawah yang dapat mendukung pengembangan tanaman pangan.

Untuk sementara,  Polres Situbondo meminta untuk mengindetifikasi persoalan yang ada di lapangan terkait bagaimana meningkatkan produksi pangan.

Identifikasi awal yang dilakukan Dispertangan mencakup beberapa hal, di antaranya tanah sawah produktif yang dapat digunakan untuk mengembangkan tanaman padi dan jagung, lalu mengindetifikasi tanah nonproduktif yang dapat dikelola untuk tanaman pangan.

"Kami juga telah memetakan lahan-lahan kritis di mana saja, dan termasuk pekarangan yang tidak dipakai. Itu juga nantinya dicarikan solusi agar bisa digunakan untuk produksi tanaman pangan," ujar Dadang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.