Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Goyah di Tengah Keraguan Pelaku Pasar

📅 Rabu, 17 Des 2025, 16:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Goyah di Tengah Keraguan Pelaku Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas bank menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Tekanan eksternal, seperti arah kebijakan suku bunga global, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik, mendorong investor menahan eksposur terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang. Kondisi ini membuat arus modal cenderung defensif dan membatasi ruang penguatan rupiah.

Dari dalam negeri, pasar juga mencermati konsistensi kebijakan fiskal dan moneter, stabilitas inflasi, serta prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Selama faktor-faktor tersebut belum memberikan sinyal yang lebih kuat, rupiah berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan melemah terbatas.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (17/12), bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.694 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.691 per dolar AS.

Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati membuat kurs rupiah melemah.

“Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik. Meskipun data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan dan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan, penguatan rupiah tertahan oleh sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati,” ucapnya di Jakarta.

Tercatat, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menyusut sebesar 105 ribu pada Oktober 2025, membalikkan peningkatan sebesar 108 ribu pada bulan sebelumnya, sebelum pulih sedikit dengan melonjak 64 ribu pada November 2025.

Secara keseluruhan, NFP turun bersih sebesar 41 ribu selama Oktober-November 2025, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan peningkatan sebesar 25 ribu.

Tingkat pengangguran AS juga disebut mengalami kenaikan menjadi 4,6 persen pada November 2025 dari 4,4 persen pada September 2025, melebihi perkiraan konsensus sebesar 4,5 persen.

Indikator lain lebih lanjut menunjukkan momentum ekonomi yang melemah, dengan penjualan ritel AS pada Oktober 2025 bergerak stagnan di 0,0 persen month to month (mom), turun dari 0,1 persen mom sebelumnya dan di bawah ekspektasi peningkatan 0,1 persen mom.

Di sisi lain, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate tetap berada di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 yang berlangsung pada Selasa (16/12) dan Rabu ini.

Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing juga dipertahankan pada level 3,75 persen dan 5,5 persen.

“Ketidakpastian arah kebijakan moneter global serta imbal hasil US Treasury yang tetap tinggi menjaga daya tarik dolar AS, sehingga membatasi penguatan mata uang negara berkembang,” ujar Taufan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.