Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BGN: Beras Biofortifikasi Dapat Tingkatkan Gizi dan Sistem Pangan

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
BGN: Beras Biofortifikasi Dapat Tingkatkan Gizi dan Sistem Pangan Doc: ANTARA/Danone Indonesia

BANYUWANGI - Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan, beras biofortifikasi dapat menjadi salah satu bahan untuk pemenuhan gizi yang dapat menguatkan sistem pangan sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan.

Staf ahli Kepala BGN, Ikeu Tanziha, di Banyuwangi, Jawa Timur Rabu (6/11) mengatakan bahwa selain memenuhi kebutuhan gizi, pihaknya mengupayakan ketahanan pangan serta lingkungan.

Ikeu menilai, beras tersebut dapat menjadi salah satu cara dalam mencapai hal tersebut, karena dalam pembuatannya, jumlah pestisida dan pupuk kimia dikurangi, dan jenis pengairan yang digunakan menghemat air hingga hampir setengah air yang biasa digunakan.

Ikeu juga menjelaskan, pestisida dapat memengaruhi perkembangan janin, dan dapat menyebabkan anak lahir dengan kondisi stunting.

"Oleh karena itu banyak stunting Itu di daerah-daerah pertanian. Karena apa? Bukan karena kurang konsumsi. Karena mereka mengkonsumsi bahan pangan yang mengandung pestisida," kata dia.

Selain dapat mengurangi risiko anak lahir dengan stunting, beras biofortifikasi juga dapat menjaga keberlanjutan lingkungan, sehingga menurunkan pemanasan global. Oleh karena itu, katanya, apabila harganya terjangkau, beras biofortifikasi dapat dimasukkan sebagai bahan pangan untuk memenuhi gizi.

Pihaknya mendukung pemanfaatan pangan lokal dalam pemenuhan gizi anak, yakni yang berusia di bawah 18 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni, mengatakan bahwa pihaknya dan Pandawa Agri Indonesia serta Bulog memperkenalkan praktik pertanian yang minim pestisida dan pupuk kimia guna menyejahterakan masyarakat lokal, serta meningkatkan status gizi dan kesehatan.

Ratih mengatakan, upaya-upaya mereka meliputi uji coba varian padi inpari nutrizinc, praktik pertanian ramah lingkungan, serta pengembangan akses pemasaran.

"Hingga saat ini, pengujian laboratorium atas hasil panen padi biofortifikasi menunjukkan kandungan zat besi sebesar 9,62 ppm, yang nilainya 3 ksli lipat lebih tinggi dari varian beras lainnya," kata dia.

Adapun penggunaan air untuk pertanian tersebut, kata dia, dapat dikurangi hingga 49 persen, pestisida dikurangi hingga 50 persen, dan pupuk kimia dikurangi hingga 25 persen.

Saat ini, ujar dia, capaian produktivitas beras biofortifikasi di Banyuwangi adalah 6,2 ton per hektare. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.