Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Terus Kampanyekan Setop BAB Sembarangan Kepada Warga

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 16:52 WIB | Oleh:
DKI Terus Kampanyekan Setop BAB Sembarangan Kepada Warga Doc: ANTARA/HO-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Ket. Arsip. Petugas Gabungan melakukan penertiban jamban liar di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, (19/2/2020).

Jakarta -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengkampanyekan dan memberikan edukasi stop buang air besar sembarangan (BABS) kepada warga melalui berbagai media demi tercapainya target 100 persen stop BABS di wilayah tersebut pada 2025.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu berkampanye dan mengedukasi ke masyarakat dalam bentuk leaflet, video, dan lainnya agar tidak ada lagi yang BABS," kata Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Maryati Kasiman saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan upaya mewujudkan target tersebut di Jakarta membutuhkan kolaborasi  bukan hanya Dinas Kesehatan semata, tetapi juga lintas sektor untuk membangun sanitasi dan publikasi .

Kolaborasi ini antara lain melibatkan lembaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain yang terkait yang bertugas untuk  menyebarluaskan materi edukasi seperti membangun sistem pengolahan limbah domestik yang baik (setempat atau terpusat), serta pembangunan dan revitalisasi mandi cuci kakus (MCK).

"Kolaborasi lintas sektor untuk pembangunan sanitasi dan publikasi tentang masalah sanitasi termasuk menggandeng USAID (United States Agency for International Development) melalui proyek IUWASH Tangguh (proyek lima tahun untuk meningkatkan akses air minum, sanitasi aman, dan perilaku higiene di daerah perkotaan)," ujar Maryati.

Mayarti juga menjelaskan kerja sama ini termasuk menyiapkan strategi komunikasi untuk mengubah perilaku.

Adapun merujuk data triwulan III tahun 2024, di DKI Jakarta terdapat sebanyak 1.610 rumah tangga yang tidak memiliki jamban atau berperilaku BABS.

Maryati mencatat jumlah rumah tangga yang paling banyak menerapkan perilaku BABS ini berada di Jakarta Utara dengan total jumlah 822 rumah tangga.

BABS merupakan tindakan membuang kotoran (black water) langsung menuju saluran air tanpa sistem pengelolaan yang aman.

 Black water ini dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menyebabkan dampak bagi kesehatan termasuk penyakit infeksi.

Dalam kesempatan terpisah, Pejabat di Bidang Pengelolaan Air Limbah Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengatakan penyediaan tangki septik komunal bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi aktivitas BABS yang masih dilakukan sebagian warga Jakarta yang berakibat kepada pencemaran sungai atau kali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.