PBB: Rencana Pengurangan Karbon Global Masih Jauh dari yang Direncanakan
📅 Selasa, 29 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWMO mengatakan karbon dioksida terakumulasi di atmosfer lebih cepat dari sebelumnya, naik lebih dari 10 persen dalam dua dekade.
Buletin Gas Rumah Kaca tahunan WMO terbit menjelang pertemuan puncak iklim PBB COP29 pada 11-22 November di Baku.
"Tahun berikutnya. Rekor berikutnya. Hal ini seharusnya membunyikan alarm di antara para pembuat keputusan," kata kepala WMO,Celeste Saulo, dalam sebuah pernyataan. Kita jelas keluar jalur untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris.
Berdasarkan Perjanjian Paris 2015, negara-negara sepakat untuk membatasi pemanasan global pada "jauh di bawah" dua derajat Celsius di atas tingkat rata-rata yang diukur antara tahun 1850 dan 1900, dan 1,5C jika memungkinkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama emisi terus berlanjut, gas rumah kaca akan terus terakumulasi di atmosfer, sehingga meningkatkan suhu global, kata WMO. "Tahun lalu, suhu global di daratan dan lautan mencapai yang tertinggi yang pernah tercatat sejak tahun 1850," katanya.
Mengingat berapa lama CO2 bertahan di atmosfer, tingkat suhu saat ini akan berlanjut selama beberapa dekade, bahkan jika emisi dengan cepat menyusut hingga nol bersih.
Pada tahun 2023, konsentrasi CO2 berada pada 420 bagian per juta (ppm), metana pada 1.934 bagian per miliar, dan nitrogen oksida pada 336 bagian per miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini menandai kenaikan sebesar 151 persen, 265 persen dan 125 persen dari tingkat pra-industri sebelum tahun 1750.
"Ini lebih dari sekadar statistik. Setiap bagian per juta dan setiap fraksi derajat peningkatan suhu memiliki dampak nyata pada kehidupan kita dan planet kita," kata Saulo.
CO2 menyumbang sekitar 64 persen efek pemanasan pada iklim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!