Jumlah Korban Jiwa Akibat Badai Trami di Filipina Mencapai 100 Orang
📅 Minggu, 27 Okt 2024, 13:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA/AP/Aaron Favila
MANILA - Tim penyelamat di Filipina menyelam ke dalam danau dan menyisir desa-desa terpencil pada Minggu (27/10) untuk mencari orang-orang yang hilang saat jumlah korban tewas akibat Badai Tropis Trami mencapai 100 orang.
Badai Trami yang menghantam Filipina pada tanggal 24 Oktober merupakan salah satu badai paling mematikan yang melanda negara Asia Tenggara itu tahun ini.
Menurut badan bencana nasional, bencana ini memaksa lebih dari setengah juta orang meninggalkan rumah mereka dan sedikitnya 36 orang masih hilang.
Polisi di wilayah Bicol yang terkena dampak paling parah mencatat 38 orang meninggal, sebagian besar akibat tenggelam.
"Kami masih menerima banyak panggilan dan kami berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin orang," kata direktur polisi daerah Bicol Andre Dizon kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semoga tidak ada lagi korban jiwa."
Dizon menambahkan, "banyak penduduk" di provinsi Camarines Sur masih terjebak di atap dan lantai atas rumah mereka.
Jumlah korban tewas di Batangas meningkat menjadi 55 orang, kata kepala polisi provinsi Jacinto Malinao kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua orang dilaporkan tewas dalam insiden terpisah akibat sengatan listrik dan tenggelam di provinsi Cavite, kata polisi.
Lima mayat lagi ditemukan di provinsi lain, sehingga totalnya menjadi 100, menurut hitungan AFP berdasarkan sumber resmi kepolisian dan badan bencana.
"Jumlah korban tewas mungkin akan bertambah dalam beberapa hari mendatang karena tim penyelamat kini dapat menjangkau tempat-tempat yang sebelumnya terisolasi," kata Edgar Posadas dari Kantor Pertahanan Sipil kepada AFP.
Polisi, penjaga pantai, dan tim penyelam Marinir sedang mencari satu keluarga beranggotakan tujuh orang di Danau Taal di Batangas pada hari Minggu.
"Air dari pegunungan menghantam rumah mereka di kota Balete, menyebabkan rumah tersebut hanyut dan kemungkinan mereka juga ada di dalamnya," kata Malinao, kepala polisi provinsi.
Sebagian besar kematian di Batangas disebabkan oleh tanah longsor yang disebabkan oleh hujan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!