Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kehadiran Balita yang Bawa Harapan bagi Desa Boneka Manekin di Jepang

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 02:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kehadiran Balita yang Bawa Harapan bagi Desa Boneka Manekin di Jepang Doc: AFP/Philip FONG
Ket. Krisis Populasi l Keluarga Kato yang terdiri dari Rie (kiri), suaminya Toshiki, dan anak semata wayang mereka, Kuranosuke, tengah sibuk mempersiapkan makan malam di kediaman mereka di Desa Ichinono di Kota Tamba-Sasayama, Prefektur Hyogo, Jepang, pada 20 Oktober lalu. Krisis populasi telah membuat Desa  Ichinono selama dua dekade tanpa kelahiran generasi penerus.

Kuranosuke Kato adalah seorang balita satu-satunya di desanya yang kecil dan sepi di Jepang. Walau tak punya kawan sebaya, ia dengan riang mengendarai sepeda roda tiganya menyusuri jalanan di Desa Ichinono, KotaTamba-Sasayama, Prefektur Hyogo, yang dipenuhi oleh boneka manekin seukuran manusia, dengan riang gembira.

Kuranosuke yang kini berusia dua tahun adalah balita pertama yang lahir dalam dua dekade di Desa Ichinono, salah satu dari lebih dari 20.000 komunitas di Jepang yang mayoritas penduduknya berusia 65 tahun ke atas, menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Jepang.

Merevitalisasi daerah pedesaan adalah salah satu janji kampanye utama dari Perdana Menteri Shigeru Ishiba saat ia berjuang untuk mempertahankan mayoritas dalam pemilihan umum pada Minggu (27/10) ini.

PM Ishiba menyebut angka kelahiran rendah di Jepang sebagai sebuah keadaan darurat yang meresahkan dan hal ini terbukti nyata di tempat-tempat seperti Ichinono, sebuah pedesaan yang dihuni kurang dari 60 warga.

"Jika desa ini dibiarkan seperti sekarang, satu-satunya hal yang menanti kita adalah kepunahan," kata Ichiro Sawayama, 74 tahun, kepala badan pengurus Desa Ichinono.

Saat ini memang banyak negara maju menghadapi bom waktu demografi yang sama, tetapi di Jepang, yang memperbolehkan tingkat imigrasi yang relatif rendah, saat ini memiliki populasi tertua kedua di dunia setelah Monako.

Keheningan meliputi udara di Ichinono, tempat penduduk membuat boneka manekin dengan tangan untuk menciptakan kemiripan dengan suasana desa yang ramai. Beberapa boneka manekin menaiki ayunan sementara yang lain mendorong kereta kayu bakar, tersenyum dan agak menyeramkan kepada pengunjung.

"Kami mungkin kalah jumlah oleh boneka manekin," kata Hisayo Yamazaki, seorang janda berusia 88 tahun, kepadaAFP.

Panen padi dan pembuatan sake dulunya menjadi cara Ichinono bertahan hidup. Sebagian besar keluarga di desa itu dulunya memiliki anak, kenang Yamazaki. "Namun kami khawatir mereka tidak akan bisa menikah jika mereka tetap terjebak di tempat terpencil seperti ini, jadi mereka didorong untuk kuliah di perguruan tinggi di kota. Mereka pergi dan tidak pernah kembali, mencari pekerjaan di tempat lain. Kini kami yang menanggung akibatnya," tutur dia.

Namun satu keluarga di Ichinono sedikit berbeda. Rie Kato yang berusia 33 tahun dan Toshiki Kato yang berusia 31 tahun, pindah dari kota besar Osaka ke Ichinono pada tahun 2021, lalu mereka memiliki anak, Kuranosuke.

Pasangan itu memutuskan untuk meninggalkan kehidupan kota dan pindah ke pedesaan karena pandemi memungkinkan pekerjaan mereka yang lebih fleksibel.

Sebagai penduduk termuda sejauh ini, putra semata wayang mereka amat disayangi oleh penduduk desa lainnya, yang membawakannya makanan buatan rumah dan secara kolektif menjaganya.

"Balita ini adalah kebanggaan kami," ucap kepala desa Sawayama dengan suka cita. Sementara janda Yamazaki mengatakan Kuranosuke sungguh manis karena hampir seperti cicitnya.

Keluarga Kato mengatakan merupakan hal yang baik bahwa Kuranosuke tumbuh di komunitas Ichinono dan bukan dalam lingkup anonimitas apartemen di Osaka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.