Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Psikologis Karyawan, Kemenkes Edukasi Pentingnya Jaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 05:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Psikologis Karyawan, Kemenkes Edukasi Pentingnya Jaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja Doc: ANTARA/HO-Masindo
Ket. Diskusi daring bertajuk "Membangun Kesadaran Risiko Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja", di Jakarta, Kamis (24/10/2024) yang diadakan oleh komunitas Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo).

Jakarta - Kementerian Kesehatan terus menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja serta turut aktif mengampanyekan kebijakan berbasis risiko, terutama kesehatan mental.

"Kami sangat fokus dan konsisten pada isu kesehatan mental, sebab kita lihat ini fenomena-nya seperti gunung es. Ketika masyarakat semakinaware, ini akan sangat membantu dan bagus sekali. Jika kesadaran pengurangan risiko pada kesehatan mental semakin meningkat, saya yakin visi Indonesia Emas 2045 akan bisa tercapai," kata dr. Puspita Tri Utami selaku perwakilan dari Direktorat Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan dalam keterangan, di Jakarta, Jumat (25/10).

Hal ini dikatakannya dalam diskusi bertajuk "Membangun Kesadaran Risiko Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja" yang diadakan oleh komunitas Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (Masindo).

Menurut dr. Puspita, kesehatan mental memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas, hubungan sosial, dan kualitas hidup seseorang. Namun, kesehatan mental kadang masih diabaikan dan dipandang sebelah mata.

Pihaknya menuturkan edukasi dan kesadaran tentang kesehatan mental serta upaya destigmatisasi merupakan pendekatan-pendekatan strategis untuk mengurangi risiko kesehatan mental.

Sementara Pakar Kesehatan Publik dan Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dr. Felosofa Fitriya menekankan pentingnya mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko yang memicu gangguan mental di tempat kerja, seperti tekanan pekerjaan berlebih, kurang jelasnya peran, dan minim-nya dukungan manajemen.

"Mengelola faktor-faktor ini adalah tantangan besar, namun sangat penting untuk kesehatan mental pekerja," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Masindo, Dimas Syailendra, menjelaskan diskusi yang melibatkan pemerintah, peneliti, dan praktisi kesehatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang sadar risiko.

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai memerhatikan risiko saat bekerja, khususnya kesehatan mental di lingkungan bekerja. Tantangan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan stres, memiliki potensi besar untuk menghambat pencapaian produktivitas masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan pengurangan risiko yang komprehensif, termasuk intervensi kebijakan, edukasi, dan dukungan psikologis, sangat diperlukan," kata Dimas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.