Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kanselir Jerman Tolak Proteksionisme

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Kanselir Jerman Tolak Proteksionisme Doc: AFP/Ludovic MARIN
Ket. Kanselir Jerman, Olaf Scholz

STUTTGART - Kanselir Jerman Olaf Scholz, hari Senin (21/10), menyampaikan penolakannya terhadap langkah-langkah proteksionis yang membahayakan kerja sama internasional, sembari menggarisbawahi bahwa proteksionisme dan perang dagang (justru) merugikan.

"Sebagai negara pengekspor, kami menekankan pentingnya perdagangan terbuka dengan seluruh dunia," kata Scholz dalam sebuah pidato di acara pembukaan pabrik daur ulang baterai Mercedes-Benz yang baru di Kuppenheim, kota yang terletak di Negara Bagian Baden-Wuerttemberg, Jerman barat daya.

Seperti dikutip dari Antara, Scholz mengungkapkan meskipun negara-negara, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan memproduksi kendaraan yang berkualitas tinggi, perusahaan Jerman tidak perlu takut dengan persaingan ini.

"Mayoritas mobil yang diproduksi di Tiongkok dan diimpor ke Jerman berasal dari pabrikan Jerman dan internasional," ungkap dia yang menyoroti kesalahpahaman umum yang berkembang dalam perbincangan publik.

Perdagangan Adil

Scholz menegaskan kembali penolakannya terhadap pemberlakuan tarif yang berpotensi merugikan kepentingan Jerman, sembari menyerukan kepada Uni Eropa (UE) agar menggunakan instrumen perdagangan untuk menjamin proses perdagangan yang adil.

"Sebagai negara pengekspor, kami menghargai perdagangan terbuka dengan seluruh dunia. Dan itulah mengapa kami tidak memerlukan (penerapan) tarif yang terbaik, namun mobil-mobil terbaik dan teknologi yang paling modern," kata dia.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar negeri Tiongkok, Mao Ning, menanggapi pernyataan Komisaris TinggiUEuntuk Urusan Luar Negeri danKebijakan Keamanan, Josep Borrell, mengenai Tiongkok.

Mao Ning mengatakan Tiongkok mengharapkan pihak Eropa dapat mematuhi komitmen tentang perdagangan bebas dan menentang proteksionisme, serta bersama-sama memelihara situasi umum kerja sama perdagangan Tiongkok dan Eropa.

Dilaporkan, Komisaris TinggiUEuntuk Urusan Luar Negeri danKebijakan Keamanan, Josep Borrell, menyatakan bahwa melepaskan keterkaitan dengan Tiongkok sangatlah sulit, ia berharap dapat terus memelihara hubungan yang saling menguntungkan, adil, dan seimbang.

Eropa tidak akan mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) mengenakan tarif terhadap Tiongkok, perang dagang harus dihindari, mereka percaya pada perdagangan bebas, namun kebebasan pun harus adil.

Menanggapi hal tersebut, Mao Ning menyatakan pihak Tiongkok selalu berpendapat dasar dari hubungan perdagangan Tiongkok dan Eropa adalah saling menguntungkan dan menang bersama, proteksionisme tidak memiliki masa depan, dan kerja sama terbuka barulah jalan yang tepat.

Tiongkok dan UE merupakan mitra perdagangan terbesar kedua bagi satu sama lain, rata-rata transaksi perdagangan per menit hampir mencapai 1,5 juta dollar AS. Stok investasi dua arah Tiongkok-UE telah melampaui 250 miliar dollar AS, perusahaan kedua pihak pun masih terus saling meningkatkan investasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Piala Dunia, Babak Pertama Semifinal, Spanyol Unggul 1-0

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Babak Pertama ...

UE Segera Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Russia

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Segera Jatuhkan Sanksi B...
Luar Negeri
Yaman Gelar Unjuk Rasa Besa...
Luar Negeri
Tiongkok Canangkan Target A...

Piala Dunia, Menit 20 Spanyol Mendapat Penalti, 1-0

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Menit 20 Spany...
Luar Negeri
Dubai Bangun Pelabuhan Baru...
Luar Negeri
Tiongkok Pecat Eks Petinggi...
Megapolitan
Festival Lima Gunung Hadirk...
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.