Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Hambat Swasembada Pangan

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 22:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Hambat Swasembada Pangan Doc: ISTIMEWA
Ket. Pertanian Indonesia

JAKARTA - Komisi IV DPR RI meminta pemerintah tidak terus-terusan mengimpor beras seperti yang dilakukan dalam dua tahun terakhir. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto sangat serius mendorong swasembada pangan dalam waktu empat tahun.

Demikian ditegaskan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, saat baru saja didapuk sebagai Ketua Komisi tersebut di Jakarta, Selasa (22/10). Titik sendiri bukan orang baru di Komisi IV, sebab pada 2014 lalu pernah menjadi Wakil Ketua Komisi IV. Komisi ini membidangi pertanian, kehutanan, dan kelautan.

Titiek Soeharto mengungkapkan pihaknya akan memaksimalkan fungsi Bulog. "Agar fungsi Bulog kita maksimalkan, jangan nanti pas panen malah impor beras. Jadi, hal-hal ini yang penting kita harus bagaimana mempercepat swasembada pangan. Kemarin Bapak Presiden sudah rencanakan bahwa kita harus swasembada dalam jangkauan 4 tahun," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, lanjut Titiek, Komisi IV DPR akan segera menggelar pertemuan dengan Kementerian selaku mitra kerja terutama perihal target swasembada pangan itu. "Nanti akan ada pertemuan, kita panggil teman-teman dari kementerian mitra-mitra kerja kita yang terkait dengan swasembada pangan," ungkapnya.

Adapun jajaran pimpinan Komisi IV yang sah ditetapkan, yaitu Ketua Komisi IV DPR RI yaitu, Siti Hediati Soeharto (Fraksi Partai Gerindra), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman (Fraksi PDI-Perjuangan), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto (Fraksi Partai Golkar), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan (Fraksi PAN) dan Abdul Kharis Almasyhari (Fraksi PKS). Adapun Komisi IV DPR RI yang beranggotakan 47 orang.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, ketika dihubungi, Rabu (23/10), menegaskan kebergantungan impor pangan yang semakin menguat di Indonesia karena tidak seriusnya pembenahan sektor pertanian Indonesia.

"Ketergantungan Indonesia terhadap pangan impor semakin kentara beberapa tahun terakhir. Data BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat bahwa pangan strategis seperti beras, kedelai, jagung, gula, daging sapi, bawang putih, bahkan garam, itu Indonesia impor dari negara lain. Bahkan untuk kedelai, itu 90 persen kebutuhan nasional kita dipenuhi dari impor," jelas Henry.

Impor Mudah

Menurut dia, kehadiran UU Cipta Kerja juga membawa pengaruh terciptanya kondisi ini. "Hal yang paling parah dari ini semua adalah bagaimana UU Cipta Kerja mengubah substansi dari UU Pangan di Indonesia. Akibatnya, impor menjadi semakin gampang dilakukan dan jelas merugikan petani kita," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.