Korut Kecam Tim Pemantau Sanksi Baru Pimpinan AS
📅 Senin, 21 Okt 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
SEOUL - Diplomat utama Korea Utara (Korut) pada Minggu (20/10) mengkritik tim pemantau sanksi baru yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dengan menyebut tim itu telah melanggar hukum dan tidak sah, serta memperingatkan negara-negara yang terlibat dalam anggota tim tersebut akan menghadapi balasan.
Tim yang beranggotakan 11 orang itu ditunjuk awal bulan ini setelah Russia pada Maret lalu memveto pembaruan pembentukan panel ahli PBB yang memantau sanksi internasional terhadap Korut, yang dijatuhkan karena program nuklir dan senjata terlarangnya.
Sejak veto Russia, Korea Selatan (Korsel) dan sekutunya telah berupaya menerapkan metode yang berbeda untuk memantau sanksi, yang mengarah pada pembentukan kelompok baru yang mencakup AS dan Jepang.
"Mekanisme pemantauan semacam itu sangat melanggar hukum dan tidak sah," kata Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor beritaKCNA, Minggu. "Keberadaannya sendiri merupakan pengingkaran terhadap Piagam PBB," imbuh dia.
Kecaman menlu Choe itu dilontarkan menyusul adanya laporan dari badan mata-mata Korsel yang menyebutkan Korut telah mengirim pasukan berskala besar untuk mendukung perang Moskwa di Ukraina, dengan 1.500 pasukan khusus sudah berlatih di Russia. Seoul sebelumnya juga mengklaim bahwa Pyongyang telah mengirimkan senjata ke Moskwa untuk digunakan melawan Kyiv.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menlu Choe tidak menanggapi dugaan adanya pengerahan tentara Korut tersebut dalam pernyataan pada Minggu, sementara Pyongyang sebelumnya telah membantah adanya perdagangan senjata yang melanggar sanksi dengan Russia.
Sisa-sisa "Drone"
Sementara itu pada Sabtu (19/10), Korut mengklaim telah menemukan sisa-sisa setidaknya satudronemiliter Korsel yang jatuh di Ibu Kota Pyongyang, dan merilis gambardroneitu yang oleh beberapa analis dikonfirmasi sebagai milik Korsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korut baru-baru ini menuduh Seoul telah menggunakandroneuntuk menjatuhkan selebaran propaganda antirezim di ibu kota.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Korut mengatakan otoritas keamanan telah menemukan sisa-sisadroneyang jatuh selama pencarian di Pyongyang pada 13 Oktober, laporKCNA.
"Investigasi Korut membuktikan bahwadroneitu berasal dari Korsel," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya.
Militer Korsel awalnya membantah mengirim pesawat tak berawak, tetapi kemudian menolak berkomentar. "Tidak ada gunanya memverifikasi atau menanggapi klaim sepihak Korut," kata militer Korsel dalam pernyataan singkat pada Sabtu (19/10).
Korut sebelumnya telah memperingatkan akan menganggap pengirimandroneitu sebagai deklarasi perang apalagi jika pesawat tak berawak lainnya terdeteksi.
Pejabat Korut mengklaimdroneitu adalah jenis yang sama dengan pesawat tak berawak yang diperlihatkan pada parade militer Korsel pada 1 Oktober tahun lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!