Jabat Menlu, Sugiono, Bakal Dibantu Tiga Wamenlu
📅 Senin, 21 Okt 2024, 14:18 WIB | Oleh: Tim PenulisTerlebih, Prabowo telah mengungkit isu politik luar negeri dalam pidato pertamanya sebagai Presiden RI yang disampaikan hanya beberapa saat setelah mengambil sumpah.
Sebagaimana dinyatakan dalam pidatonya itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpatokan pada politik bebas-aktif yang non-blok sehingga RI "tak akan ikut pakta-pakta militer mana pun."
Indonesia, ucap Prabowo, akan terus bersahabat dengan semua negara dan ingin menjadi tetangga yang baik bagi negeri-negeri di jiran.
Selain itu, Indonesia tetap berprinsip untuk menolak penjajahan dan penindasan. Indonesia terus menentang rasialisme dan aparteid, serta akan terus solid membela rakyat-rakyat dunia yang menjadi korban penindasan. "Karena itu, kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina," kata Prabowo saat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nukilan pidato pelantikan Prabowo ini sudah memberi sedikit gambaran kepada masyarakat terkait pondasi kebijakan diplomasi Indonesia yang akan dibawa Prabowo ke depannya dan apa yang perlu Sugiono terapkan sebagai Menlu RI.
Hal tersebut juga menunjukkan keinginan Prabowo supaya RI lebih berperan di tingkat dunia di bawah kepemimpinannya, demikian pandangan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal.
"Prabowo sebagai Presiden tampaknya akan jauh lebih berminat untuk sejak awal menjadi pemain di kancah internasional," ucap Dino.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendirian Prabowo tersebut ia bandingkan dengan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, yang dalam 5tahun pertama kepemimpinannya, cenderung tidak terlalu berfokus pada urusan politik luar negeri.
Semangat Prabowo untuk semakin melibatkan Indonesia dalam dinamika dunia juga terlihat melalui peningkatan frekuensi kunjungan ke luar negerinya, bahkan saat statusnya baru menjadi presiden terpilih.
Contohnya adalah rangkaian kunjungan Prabowo ke sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, Laos, dan Filipina yang dilakukan September lalu. Salah seorang yang ikut dalam rombongan Prabowo saat kunjungan itu adalah Sugiono.
Pilihan Strategis
Meski tak berbeda dengan perkiraan publik, penunjukan Sugiono sebagai Menlu baru RI tetap mengejutkan. Pasalnya, Sugiono tak berasal dari latar belakang diplomat karier, berbeda dengan para menteri luar negeri pendahulu selama setidaknya 2 dasawarsa ini.
Namun, pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah menilai penunjukan Sugiono oleh Prabowo lebih memiliki maksud strategis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!