Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Video Game 'Black Myth: Wukong' Lebih dari Sekadar Unjuk Gigi Industri Game Tiongkok

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 13:24 WIB | Oleh: Tim Penulis

Industri gim Cina telah berkembang menjadi kekuatan global, tapi masih bergantung pada chip buatan luar negeri. Wukong telah menjadi katalis utama bagi pengembangan semikonduktor Cina. Namun, perusahaan-perusahaan domestik kini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk berinovasi dengan cepat dan mandiri, lantaran pembatasan ekspor chip oleh negara-negara Barat.

Kondisi ini memantik ambisi teknologi Beijing yang lebih luas. Rencana pemerintah Cina tentang "Made in China 2025" menyerukan kemandirian teknologi, khususnya di sektor-sektor seperti semikonduktor, untuk mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat. GPU canggih tidak hanya terbatas pada industri hiburan. Mereka telah menjadi bagian integral dari kemajuan AI, termasuk pembelajaran mendalam dan sistem otonom.

Ajang pameran budaya Cina

Meskipun mungkin masih terasa aneh menghubungkan gim video dengan geopolitik, Black Myth: Wukong lebih dari sekadar hiburan. Ini adalah sebuah instrumen diplomasi Cina melalui ekspor budaya. Selama beberapa dekade, negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, mendominasi budaya global melalui film Hollywood, musik, dan gim video.

Kini, Cina sedang mendemonstrasikan kekuatan budayanya. Keberhasilan Black Myth: Wukong di luar negeri, yang dipuji sebagai judul yang mengubah permainan, adalah bagian dari strategi Beijing untuk mengekspor budaya dan kehebatan teknologinya. Jutaan gamers di seluruh dunia kini dihadapkan pada mitologi, seni, dan cerita Cina melalui media digital yang sangat canggih.

Namun Black Myth: Wukong bukan hanya sebuah kemenangan budaya bagi Cina, tapi juga sebuah peringatan. Negara ini memanfaatkan industri gim yang berkembang pesat untuk mendorong kemajuan di bidang yang akan menentukan masa depan teknologi. Gim ini tidak hanya mengekspor budaya Cina tetapi juga memerkuat basis teknologinya dengan memercepat permintaan semikonduktor dalam negeri.

Adanya jutaan orang yang terhibur dengan Black Myth: Wukong menunjukkan membesarnya pengaruh Cina di dunia digital. Di masa depan, kita mungkin tidak melihat kembali Black Myth: Wukong hanya sebagai sebuah judul gim yang sukses, tapi sebagai momentum penting yang membantu Cina mengejar kesenjangan teknologinya dengan Barat. Beijing sedang melakoni permainan jangka panjang, dan gim video seperti Black Myth: Wukong ternyata efektif.The Conversation

Shaoyu Yuan, Dean's Fellow at the Division of Global Affairs, Rutgers University - Newark dan Jun Xiang, Professor of Economics and Global Affairs, Rutgers University - Newark

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.