Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Video Game 'Black Myth: Wukong' Lebih dari Sekadar Unjuk Gigi Industri Game Tiongkok

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 13:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Video Game 'Black Myth: Wukong' Lebih dari Sekadar Unjuk Gigi Industri Game Tiongkok Doc: The Conversation/Courtesy Game Science
Ket. Game ini dirilis oleh perusahaan Tiongkok, Game Science, pada 19 Agustus 2024, berdasarkan novel legendaris Negeri Bambu dari abad ke-16 berjudul "Journey to the West".

Shaoyu Yuan, Rutgers University - Newark dan Jun Xiang, Rutgers University - Newark

Ini memang terdengar membual, tapi bisa saja penentuan supermasi teknologi global di masa depan bergantung pada gim video.

Gim blockbuster dan viral dari Cina Black Myth: Wukong, tidak hanya memecahkan rekor penjualan gim semata-tetapi juga dapat mendorong perubahan penting dalam keseimbangan kekuatan teknologi global. Gim bergenre aksi dan petualangan tersebut, jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, menjadi faktor penting dalam strategi Beijing menggoyang dominasi Barat dalam industri teknologi secara luas.

Gim tersebut dirilis oleh perusahaan Cina, Game Science pada 19 Agustus 2024, berdasarkan novel legendaris Negeri Bambu Kuning dari abad ke-16 berjudul Journey to the West. Novel yang dikenal sebagai salah satu empat karya sastra besar Cina ini menceritakan tentang seorang biksu Xuanzang (di Indonesia dikenal dengan nama biksu Tong), yang melakukan perjalanan ke India (barat) untuk mencari gulungan kitab Buddha. Seorang siluman monyet bernama Sun Wukong (Sung Gokong) ditugasi Buddha untuk mendampingi perjalanan dan melindungi biksu Tong dari serangan setan dan roh.

Black Myth: Wukong telah viral dengan memikat jutaan orang di seluruh dunia dengan visual dan cerita yang menakjubkan. Akibatnya, gim ini jadi buah bibir para penikmat gim di Cina dan luar negeri karena grafis yang detail dan teknologi yang canggih.

Sebagai pakar hubungan internasional, kami melihat bahwa kesuksesan gim ini lebih dari sekadar jumlah unduhan atau penghargaan. Keberhasilan yang mendorong sektor teknologi Cina ini memiliki konsekuensi yang luas.

Gim video dan kekuatan global

Selama bertahun-tahun, Cina terus berupaya mengejar ketertinggalannya untuk menjadi supermasi teknologi dunia, khususnya dalam produksi semikonduktor. Semikonduktor adalah mikrochip kecil yang menggerakkan segala hal, mulai dari ponsel pintar, hingga sistem kecerdasan buatan yang canggih.

Di lain sisi, Amerika Serikat juga terus berupaya mempertahankan dominasinya di bidang ini dengan membatasi akses Cina terhadap teknologi pembuatan chip tercanggih.

Pada 2024, Cina telah beralih dari diplomasi agresif ala "kesatria serigala" ke pendekatan yang lebih kooperatif untuk membangun kembali hubungan internasionalnya. Pemerintah Cina juga memberikan mandat kepada perusahaan seperti Huawei untuk mengembangkan chip lokal di dalam negeri. Namun, usaha Cina dalam meningkatkan pengembangan dan produksi semikonduktor dengan menggunakan strategi tersebut belum optimal dan efektif.

Jika kita merujuk pada sejarah, gim video berperan penting dalam perkembangan inovasi teknologi industri semikonduktor. Dari masa awal Nintendo Entertainment System (NES) 8-bit hingga PlayStation 5, industri gim selalu memicu pengembangan prosesor dan unit pemrosesan grafis, atau GPU, yang lebih cepat dan efisien. Kebutuhan grafis yang selalu meningkat pada industri gim modern-resolusi tinggi, frame rate lebih cepat, dan real-time rendering-menuntut inovasi teknologi semikonduktor yang tiada henti. Perkembangan GPU canggih oleh perusahaan seperti NVIDIA juga dipengaruhi langsung oleh kebutuhan industri game.

Gamers membutuhkan prosesor canggih untuk menikmati pengalaman visual dan gameplay kelas atas Black Myth: Wukong. Dibangun dengan perangkat pengembangan gim video Unreal Engine 5 yang canggih, gim ini merupakan tontonan visual yang menampilkan grafis seperti aslinya, lingkungan dunia yang nyata, dan sistem pertarungan yang kompleks. Gim ini tersedia untuk PlayStation 5 dan PC, dan akan hadir juga di konsol Xbox.

Hal ini tidak hanya memberikan tekanan pada produsen semikonduktor Cina untuk membuat chip yang lebih banyak dan lebih baik, tapi juga menggarap potensi pasar yang sangat besar untuk perangkat keras berperforma tinggi, terutama untuk PC gaming yang dilengkapi dengan GPU yang kuat. Kesuksesan gim ini menunjukkan betapa besarnya ceruk permintaan di dunia gim.

Analisis pasar menaksir pendapatan industri gim video Cina sebesar US$66,13 miliar (Rp1.025 triliun) pada 2024. Adapun perbandingannya dengan industri serupa di Amerika Serikat senilai $78,01 miliar (Rp1.209 triliun]. Analis memerkirakan gim tersebut akan memiliki penjualan tahunan sebesar 30 juta hingga 40 juta kopi pada tahun 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.