Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Raja Charles Memulai Lawatan Bersejarah ke Australia

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 10:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raja Charles Memulai Lawatan Bersejarah ke Australia Doc: AFP
Ket. Raja Charles, saat itu masih bertitel pangeran, disambut masyarakat Australia saat berkunjung ke Brisbane pada tanggal 4 April 2018. Raja Charles minggu ini memulai lawatan pertamanya ke Australia sebagai raja, yang memicu kembali perdebatan tentang apakah negara tersebut harus memutuskan hubungan dengan kerajaan Inggris dan menjadi negara republik.

SYDNEY - Raja Charles III tiba di Australia pada hari Jumat (18/10), memulai perjalanan luar negeri paling berat sejak didiagnosis kanker dan tur yang menampilkan acara barbekyu, tempat-tempat terkenal, dan bahaya iklim yang mendesak.

Charles menjadi penguasa monarki pertama yang menginjakkan kaki di Australia sejak 2011, ketika Ratu Elizabeth II disambut meriah oleh rakyar Australia.

Raja berusia 75 tahun itu akan menghabiskan sekitar 20 jam di udara sebelum mendarat di Sydney, di mana montase 16 kunjungan sebelumnya ke Australia akan ditayangkan di layar Gedung Opera.

Setelah enam hari di Australia -- jadwal dikurangi untuk menjaga kesehatan raja dengan lebih baik -- Raja Charles dan Ratu Camilla akan terbang melintasi Samudra Pasifik dalam perjalanan langka ke negara kepulauan Samoa.

Charles diperkirakan akan menggunakan perwakilan Australia untuk menyoroti bahaya perubahan iklim, sebuah pesan yang pasti akan bergema di negara yang dilanda kebakaran hutan dan banjir.

Ia kemudian akan bertemu dengan para ilmuwan di laboratorium penelitian kanker terkemuka dunia, tempat lain yang juga banyak diperhatikan mengingat diagnosisnya pada bulan Februari tahun ini.

Kunjungan itu tidak diragukan lagi akan membawa kemegahan, upacara, dan banyak liputan media.

Akan ada pertemuan massal yang luar biasa, termasuk acara di depan Gedung Opera dan pesta barbekyu komunitas yang ramai.

Akan tetapi, selain segelintir penganut monarki yang gigih dan kaum republikan yang bersemangat, sentimen publik sebagian besar acuh tak acuh dan tidak menyadari pada kedatangan raja.

"Saya bahkan lupa mereka akan datang," kata warga Sydney berusia 73 tahun, Trevor Reeves, menyimpulkan suasana hati di kota terbesar di Australia.

Negara yang Beruntung

Australia adalah negeri dengan banyak kenangan indah bagi Charles.

Ia pertama kali berkunjung sebagai seorang remaja canggung berusia 17 tahun pada tahun 1966, ketika dikirim ke sekolah pegunungan terpencil Timbertop di daerah Victoria.

"Sewaktu saya di sini, bagian tubuh saya yang terkena Pommy dipukul," katanya kemudian, menggambarkannya sebagai "bagian terbaik" dari pendidikannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.