Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pusat Kewirausahaan di Daerah untuk Dukung Tumbuh Wirausaha

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pusat Kewirausahaan di Daerah untuk Dukung Tumbuh Wirausaha Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Direktur Utama Smesco Indonesia Wientor Rah Mada (kiri) dalam jumpa pers, di Jakarta, Kamis (17/10/2024).

Jakarta - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM atau Smesco Indonesia meyakini pembangunan pusat kewirausahaan di daerah dapat mendukung pertumbuhan wirausaha di Indonesia.

Direktur Utama Smesco Indonesia Wientor Rah Mada, di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pusat kewirausahaan di daerah dapat menjadi inkubator bagi usaha-usaha lokal, sehingga nantinya dapat melahirkan banyak merek lokal yang bisa bersaing di tingkat nasional.

Ia mengatakan Smesco Indonesia telah memiliki program Clothing Preneur yang menjadi tempat berkumpulnya calon wirausaha yang ingin memulai serta mengembangkan bisnis pakaian atauclothingmereka. Acara ini mempertemukan para calon wirausaha dengan pelaku industri lainnya.

Wientor mengatakan program tersebut telah berhasil mendorong munculnya sejumlah besar merekclothinglokal di berbagai daerah di Indonesia, seperti Palembang, Tangerang, dan Serang.

"Kami ingin mendorongbrand-brand clothinglokal bisa muncul, setelah itu dibawa ke tingkat nasional, lalu kami agregasi agar kami bisa bawa ke tingkat internasional," ujar dia.

"Jadi menyebarkan virus kewirausahaan ke tingkat daerah ini menurut kami akan menaikkan tingkat rasio kewirausahaan nasional," katanya lagi.

Kewirausahaan menjadi salah satu misi dalam program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Misinya adalah mendorong kewirausahaan untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Salah satu upayanya adalah dengan memberikan bantuan dan insentif untuk membuka usaha melalui Gerakan Ekonomi Kerakyatan dengan membangun pusat kewirausahaan di tingkat kabupaten untuk memperkuat produk-produk UMKM.

Kemudian, mendorong digitalisasi UMKM sebagai salah satu jalan utama dalam memperkuat perekonomian Indonesia dan menghasilkan manfaat sosio- ekonomi yang lebih luas bagi komunitas dan masyarakat.

Selain itu, mendorong pertumbuhan usaha dengan menghapus birokrasi dan regulasi yang menghambat serta melakukan pendampingan bagi wirausaha pemula.

Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/10), mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju Indonesia membutuhkan tambahan 800 ribu wirausaha baru. Siti menyebut jumlah wirausaha di Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 4,9 juta.

Menurutnya, untuk menjadi menjadi maju, Indonesia membutuhkan jumlah wirausaha minimal 4 persen dari total angkatan kerja. Sementara rasio kewirausahaan nasional saat ini adalah 3,35 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.