Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BRIN: Riset dan Inovasi Jadi Perhatian Penting Prabowo Subianto

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BRIN: Riset dan Inovasi Jadi Perhatian Penting Prabowo Subianto Doc: antara foto
Ket. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko meyakini riset dan inovasi nasional menjadi perhatian penting Presiden Terpilih RI Prabowo Subianto dalam kabinet kepemimpinannya mendatang.

"Untuk bapak presiden terpilih, saya percaya Pak Prabowo concern dengan hal tersebut ya," kata Handoko saat ditemui di Kantor BRIN di Jakarta, Jumat (18/10).

Handoko menjelaskan perhatian Prabowo terhadap bidang riset dan inovasi, salah satunya dibuktikan dengan peningkatan anggaran riset pada 2025, dimana jumlahnya meningkat sekitar Rp500 miliar.

"Alokasinya hampir setengah triliun (rupiah) ya tambahannya, dan itu berada di hampir semua kementerian/lembaga yang masih didorong di level minimal anggarannya," ungkapnya.

Handoko mengatakan diskusi dan pembicaraan terkait perkembangan riset dan inovasi untuk Indonesia di masa yang akan datang telah dilakukan selama beberapa kali oleh BRIN bersama dengan perwakilan dari pemerintah terpilih.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hal positif, sebab Indonesia harus menerapkan kebijakan dan ekonomi yang berbasis pengetahuan dalam menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Ekonomi berbasis pengetahuan, dalam artian penciptaan produk baru yang memiliki nilai lebih tinggi, yang dalam prosesnya itu, riset dan inovasi berperan untuk menciptakan hal baru tersebut. Maka, BRIN berperan penting ya," ujarnya.

Diketahui, penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang mencakup bidang riset dan inovasi menjadi salah satu poin dalam Asta Cita yang menjadi misi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada pemerintahan yang akan datang.

Selain itu, penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi menjadi salah satu janji dalam kampanye Prabowo-Gibran, dengan mengupayakan dana riset dan inovasi mencapai 1,5 persen sampai dengan dua persen dari PDB dalam 5 tahun masa kerjanya.

Demi mewujudkan hal tersebut, kebijakan pemerintah yang mendukung investasi di bidang pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi diyakini sebagai keharusan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.