Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Punya Cadangan Uranium 24.000 Ton, Indonesia Berencana Bangun PLTN

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 18:37 WIB | Oleh:
Punya Cadangan Uranium 24.000 Ton, Indonesia Berencana Bangun PLTN Doc: Istimewa
Ket. Teknisi dekontaminasi nuklir mengenakan alat pelindung berdiri di dekat lahan yang terpapar radiasi nuklir di Serpong, Tangerang Selatan .


JAKARTA - Indonesia terus maju dengan rencana untuk memanfaatkan energi nuklir dengan menyusun peraturan untuk mengelola bahan radioaktif, termasuk endapan uranium yang ditemukan di Kalimantan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memimpin upaya tersebut seiring upaya negara ini untuk mendiversifikasi bauran energinya dan meningkatkan porsi sumber energi baru dan terbarukan.

Dikutip dari Jakarta Globe, Wakil Menteri Energi Yuliot Tanjung baru-baru ini mengatakan bahwa rancangan peraturan pemerintah (PP) saat ini sedang dipersiapkan untuk mendukung pemurnian dan pemrosesan uranium untuk pembangkit listrik masa depan.

"Kami sedang menyusun aturannya. Mudah-mudahan, ini akan memungkinkan pemurnian uranium dan pengolahan bahan radioaktif untuk digunakan untuk keperluan energi," kata Yuliot di Jakarta.

Peraturan tersebut diharapkan dapat mengatur perizinan untuk operasi penambangan radioaktif, yang memerlukan pengawasan ketat karena masalah keselamatan. Beberapa lembaga pemerintah utama terlibat dalam pembahasan tersebut, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan Kementerian ESDM.

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pemerintah 2025–2034, tenaga nuklir merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menambah kapasitas listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW) selama dekade berikutnya. Dari jumlah tersebut, 500 megawatt (MW) diproyeksikan berasal dari energi nuklir, yang dibagi rata antara Sumatera dan Kalimantan, dengan masing-masing wilayah diharapkan memiliki fasilitas sebesar 250 MW.

Kabupaten Melawi di Kalimantan Barat diyakini menyimpan sekitar 24.112 ton uranium, menjadikannya wilayah utama dalam ambisi nuklir Indonesia. Wilayah ini juga kaya akan sumber daya energi lainnya, termasuk tenaga air, biomassa, biogas, dan batu bara.

Namun, pengembangan PLTN yang sebenarnya masih bergantung pada kebijakan pemerintah dan studi kelayakan yang komprehensif. "Tim gabungan harus dibentuk, termasuk perwakilan dari BRIN, Bapeten, dan Kementerian ESDM. Pertimbangan lingkungan juga akan memainkan peran penting," kata Yuliot.

Indonesia saat ini tengah mempertimbangkan teknologi nuklir dari Tiongkok dan Rusia sebagai bagian dari penilaian tahap awal, seiring dengan persiapan negara ini untuk usaha pertamanya di bidang tenaga nuklir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kondisi Air Sungai Ciujung Menghitam

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Kondisi Air Sungai Ciujung ...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Hadir Lang...
Luar Negeri
Filipina: Struktur Apung Ti...
Luar Negeri
PBB: 58 Negara dan Wilayah ...
Luar Negeri
Korsel Desak Trump Pimpin P...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.