Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini yang Dilakukan Pemkab Bangka Tengah untuk Tekan Stunting

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemkab Bangka Tengah untuk Tekan Stunting Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Pemkab Bangka Tengah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kasus stunting, Senin (14/10).

Koba - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat peran penyuluh keluarga berencana (PKB) untuk menekan angka prevalensi stunting.

"PKB dan tim pendamping keluarga (TPK) memiliki peran sangat strategis dalam mencegah dan menekan angka stunting," kata Plt Bupati Bangka Tengah Era Susanto dalam kegiatan rapat koordinasi berkelanjutan terkait kasus stunting di Koba, Senin.

Era menjelaskan, kehadiran seluruh PKB dan TPK dalam rapat koordinasi membuktikan komitmen mereka membantu pemerintah dalam mencegah kejadian stunting.

"Kita harus bisa mencapai Bangka Tengah yang bebasstunting. Mari kita lakukan bersama, kita intervensi kasusstuntinguntuk mendekati target yang diharapkan," ujar Era.

Era mengatakan, untuk merencanakan program percepatan penurunanstuntingdiperlukan adanya analisis situasi agar lebih tepat sasaran dan tepat anggaran.

"Kita berkumpul di sini untuk menganalisis situasi terkini. Penurunanstuntingtidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat, maka diharapkan adanya komitmen bersama agar penanganannya dapat dilakukan secara berkesinambungan," ujarnya.

Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah Dede Lina Lindayanti memaparkan materi terkait dengan tugas dan fungsi TPK dan PKB dalam penanganan stuntingdi lapangan.

"Tugas TPK adalah untuk mendeteksi dini faktor risikostuntingyang bertujuan meningkatkan akses informasi dan pelayanan keluarga dan/atau keluarga berisikostuntingdengan sasaran prioritas calon pengantin/calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan baduta 0-23 bulan," jelasnya.

Peranan TPK di lapangan juga harus mendapat dukungan dari penyuluh KB, PKK, Ketua TPPS di tingkat desa dan kelurahan, juga tenaga kesehatan.

"Kita harus tahu data-data di lapangan siapa saja yang termasuk keluarga risiko stuntingsehingga kita tahu siapa yang akan kita dampingi. Jika kita tidak mendampingi, maka terjadilahstunting," ujar Dede.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menargetkan mampu menekan angka stunting hingga 10 persen pada 2024. Saat ini kasus stunting tercatat angka 18,2 persen.

Angka stunting di daerah itu pada 2023 turun menjadi 18,2 persen jika dibandingkan dengan angka pada 2022 yang mencapai 21,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.