Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuatkan Solidaritas Asean Demi Cegah Kolonialisme Baru

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuatkan Solidaritas Asean Demi Cegah Kolonialisme Baru Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan ditemui usai membuka agenda “Forum Bisnis dan Infrastruktur Kawasan Sungai Mekong” dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di Tangerang, Banten, Jumat (11/10/2024).

JAKARTA - Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan menegaskan pentingnya solidaritas dan semangat Asean dalam menghadapi tantangan ekonomi bersama dan mencegah kolonialisme baru.

Ichwan menyebut bahwa kolonialisme barutersebut muncul ketika negara-negara maju berupaya mengeksploitasi sumber daya yang dimiliki kawasan-kawasan berkembang seperti kawasan Asia Tenggara dengan teknologi baru.

"Kalau kita tak menguasai teknologi, sumber daya alam kita miliki bisa dikuasai oleh mereka yang mengendalikan teknologi untuk 'menguasai dunia' dengan nilai tambah yang luar biasa, sementara kita hanya menikmati sumber daya alam dengan harga yang murah," kata Deputi BKPM di Tangerang, Jumat.

Ditemui usai membuka agenda "Forum Bisnis dan Infrastruktur Kawasan Sungai Mekong" dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, Ichwan mengatakan bahwa untuk mencegah dampak "kolonialisme baru" itu, negara-negara Asean harus bergerak sebagai satu kekuatan.

Negara-negara Asean patutnya saling berkoordinasi serta saling membantu dalam mengoptimalkan pembangunan sumber daya nasional dan menguasai teknologi baru, ucap Ichwan.

Hal tersebut adalah untuk memastikan semua negara anggota Asean memiliki daya saing dan kemampuan yang sama dalam menciptakan nilai tambah atas sumber-sumber daya di dalam negeri masing-masing.

"Harus ada Semangat Asean yang mencerminkan komitmen anggotanya berbuat bersama demi kebangkitan dan kemakmuran Asean," kata dia.

Ichwan mengatakan, solidaritas Asean juga akan mencegah salah satu anggotanya yang kurang berkembang mengambil inisiatif sepihak untuk "membuat perjanjian bebas dengan negara maju yang justru menguntungkan kepentingan negara maju dan merugikan negara-negara Asean yang lain."

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyoroti salah satu dampak tiadanya solidaritas Asean adalah anggota-anggotanya akan rentan terhadap diskriminasi dagang di pasar internasional.

"Kita harus bisa kembangkan solidaritas in bersama-sama karena kita berada di posisi yang sama sebagai negara berkembang," kata Santo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.