Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Deflasi Pangan Sangat Merugikan Petani

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dalam jangka panjang, perlu merancang kebijakan konsumsi pangan yang tidak bergantung semata pada beras, namun diversifikasi konsumsi pangan perlu digalakkan berdasarkan potensi produksi pangan daerah.

Dari sisi produksi, bahan makanan olahan sebaiknya menggunakan bahan baku domestik atau lokal.

"Sebagai produksi mi instan tidak berbasis bahan baku gandum, tetapi beras, singkong, jagung, umbi-umbian, dengan demikian akan meningkatkan pasar komoditas pangan," pungkasnya.

Ketidakstabilan Sektor Agraria

Sementara itu, Deputi bidang Pemantauan Indonesia Human Rights Committee and Social Justice (IHCS), Lalu Ahmad Laduni, menyatakan pentingnya langkah konkret dari pemerintah untuk mengendalikan deflasi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, khususnya pada harga komoditas pangan.

Menurutnya, fenomena penurunan harga ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah, kata Laduni, harus lebih sensitif terhadap dampak negatif deflasi, yang justru merugikan sektor hulu, seperti petani dan produsen.

"Ketika harga komoditas pangan seperti beras, sayuran, atau buah-buahan turun drastis, petani adalah pihak yang paling dirugikan.

Pendapatan mereka tergerus, sementara biaya produksi tidak turun sebanding dengan penurunan harga jual," lanjutnya.

Laduni menambahkan bahwa deflasi pangan yang berlarut-larut dapat memicu ketidakstabilan di sektor agraria.

Ia mencontohkan, para petani kecil bisa semakin terjerat dalam kemiskinan karena mereka tidak mampu menutupi biaya produksi dari hasil penjualan yang rendah.

"Ini tentu akan berdampak pada keberlanjutan sektor pertanian kita.

Jika tidak segera ditangani, bukan hanya kesejahteraan petani yang terancam, tetapi juga ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.