Deflasi Pangan Sangat Merugikan Petani
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim RedaksiSebab itu, diperlukan upaya atau tindakan secara khusus dari pemerintah dengan mendukung petani agar mereka tidak terlalu banyak merugi.
Problemnya memang tidak seperti dulu.
"Kalau dulu bisa diatasi oleh Bulog, sekarang ya susah," katanya.
Bahan Baku Lokal
Sebaiknya Anda baca juga:
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB.
Suhartoko, mengatakan komoditas pangan sebagai barang kebutuhan sehari-hari melekat sebagai barang yang inelastis terhadap perubahan harga.
Ketika harga naik dengan persentase harga tertentu, maka jumlah yang diminta turun dengan persentase yang lebih kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi itu seharusnya meningkatkan pendapatan petani.
Namun demikian, pada saat harga naik, petani tidak punya persediaan untuk dijual, bahkan untuk dikonsumsi sendiri sering kali tidak ada.
"Ironisnya, ketika masa panen harga turun dengan persentase lebih besar dari jumlah yang diminta, pendapatan petani secara keseluruhan malahan menurun," jelasnya.
Indonesia punya penyangga harga yaitu Bulog, dengan mekanisme kebijakan pengendalian harga.
Seperti penetapan harga minimum untuk komoditi beras, maka perlu diefektifkan kembali, bahkan jika perlu diperluas.
"Lembaga pengendali harga perlu diberi kewenangan yang lebih luas agar mampu berperan lebih efektif," kata Suhartoko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!