Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulit Jadi Eksportir Unggul Dunia Tanpa 'Back Up' Negara

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sulit Jadi Eksportir Unggul Dunia Tanpa 'Back Up' Negara Doc: ANTARA/Benardy Ferdiansyah/am
Ket. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada pembukaan Trade Expo Indonesia Ke-39 Tahun 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/10/2024).

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke-39 di Tangerang, Banten, mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan pasar terbesar dan jumlah penduduk 280 juta jiwa harus mampu melindungi pasar domestik dan terus merambah pasar ekspor, apalagi dengan kondisi saat ini di mana Tiongkok sudah kelebihan produksi.

Menanggapi pernyataan Presiden itu, Manajer Riset Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, mengatakan tidak ada negara yang bisa menjadi pemimpin pasar jika tidak memiliki fondasi yang kuat dalam hal finansial dan infrastruktur, kebijakan dan birokrasi yang efisiensi.

"Mustahil tanpa dukungan itu, produsen Indonesia dapat bersaing di pasar global," tegasnya.

Dengan dukungan finansial dan infrastruktur, negara-negara yang memiliki fondasi kuat pada sektor tersebut berhasil menjadi pemain utama di pasar global, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, karena memiliki sistem pembiayaan yang kuat dan jaringan infrastruktur yang memadai.

"Hal ini memberikan mereka keunggulan kompetitif dalam memproduksi barang yang bernilai tambah tinggi, seperti otomotif, elektronik, dan produk teknologi lainnya," terang Badiul.

Kebijakan yang berpihak dan proindustri seperti kebijakan pajak yang menguntungkan, regulasi yang fleksibel, serta subsidi langsung atau tidak langsung, merupakan faktor pendorong.

Misalnya, subsidi energi di Tiongkok dan perlindungan regulasi di Amerika Serikat (AS) untuk sektor-sektor strategis adalah contoh nyata intervensi untuk memastikan daya saing industri mereka.

Reformasi birokrasi juga penting karena negara dengan sistem birokrasi yang efisien dan bersih dari korupsi cenderung lebih mudah menarik investasi dan mendukung pertumbuhan industri.

"Hambatan birokrasi yang tinggi, seperti perizinan yang berbelit-belit atau biaya tambahan untuk mengurus administrasi, dapat menurunkan daya saing dan merugikan produsen lokal," paparnya.

Hal yang tidak kalah penting adalah dukungan kebijakan yang berorientasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dan konsistensi dukungan terhadap industri.

"Fluktuasi kebijakan, perubahan regulasi yang tiba-tiba, atau ketidakstabilan politik dapat membuat produsen kehilangan pijakan di pasar global," kata Badiul.

Peran Aktif Negara

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menegaskan bahwa tanpa dukungan yang kuat dari pemerintah, tidak akan ada negara di dunia yang mampu menjadi eksportir unggul untuk produk bernilai tambah.

Dukungan tersebut meliputi berbagai aspek, mulai dari pembiayaan, pengembangan infrastruktur, penyediaan fasilitas kebijakan negara, hingga pemberian subsidi baik langsung maupun tidak langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.