Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulit Jadi Eksportir Unggul Dunia Tanpa 'Back Up' Negara

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dia memandang peran aktif negara dalam memfasilitasi industri menjadi kunci dalam mendorong daya saing di pasar global.

"Sejarah mencatat bahwa negara-negara yang berhasil menjadi eksportir terkemuka produk bernilai tambah memiliki sokongan negara yang kuat.

Dukungan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kebijakan fiskal yang kondusif, ketersediaan infrastruktur modern, hingga subsidi yang secara langsung maupun tidak langsung menekan biaya produksi bagi produsen lokal," ujar Aditya.

Subsidi langsung seperti potongan harga energi atau bantuan langsung tunai bagi sektor produksi, serta subsidi tidak langsung berupa kebijakan perdagangan yang memihak produsen lokal, merupakan bagian penting dari strategi negara dalam mendorong pertumbuhan industri nasional.

"Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, keberadaan infrastruktur yang memadai serta fasilitas kebijakan yang mendukung menjadi fondasi penting bagi negara eksportir.

Infrastruktur yang baik, seperti pelabuhan, jalan, dan jaringan logistik, memperlancar aliran barang dari produsen ke pasar internasional.

Tanpa dukungan infrastruktur ini, mustahil bagi suatu negara untuk mampu bersaing dalam skala global," lanjutnya.

Untuk menjadi eksportir unggul, negara harus bebas dari "rongrongan birokrasi" yang kerap kali menjadi hambatan utama dalam mendorong pertumbuhan industri.

Menurutnya, birokrasi yang berlebihan dan tidak efisien dapat menghambat inovasi serta memperlambat laju produksi.

"Banyak pelaku industri yang mengeluhkan kompleksitas birokrasi di negara kita.

Jika tidak segera dibenahi, hal ini bisa menjadi hambatan serius bagi upaya kita untuk bersaing di pasar global.

Birokrasi yang lamban dan tidak transparan sering kali menjadi kendala utama bagi produsen lokal untuk memperluas pasar mereka ke luar negeri," katanya.

Sementara itu, pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Ramdan Hidayat, mengatakan Indonesia akan sulit mencapai kemandirian pangan, apalagi eksportir jika negara tidak hadir untuk melakukan back up secara finansial, infrastruktur, kebijakan, maupun subsidi langsung dan tidak langsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.