Setelah Badai Helena, Florida Kembali Hadapi Terjangan Badai Milton
📅 Selasa, 08 Okt 2024, 09:18 WIB | Oleh: Tim PenulisOtoritas negara bagian telah mengeluarkan perintah evakuasi wajib untuk beberapa wilayah termasuk beberapa bagian Tampa, wilayah metropolitan berpenduduk lebih dari tiga juta orang yang dapat terkena dampak langsung.
"Jika badai tetap berada di jalurnya saat ini, ini akan menjadi badai terburuk yang berdampak pada wilayah Tampa dalam lebih dari 100 tahun," kata Badan Cuaca Nasional.
Gelombang badai besar di pantai barat Florida diperkirakan terjadi pada Selasa (8/10) malam atau Rabu (9/10) dini hari, dan Tampa dapat mengalami banjir setinggi antara delapan dan 12 kaki (2,4 hingga 3,6 meter) di atas permukaan tanah.
Curah hujan sebesar 10 inci (25 sentimeter), dengan titik-titik lokal hingga 15 inci, diperkirakan akan menyebabkan banjir bandang yang parah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di pusat kota Orlando, di bawah langit kelabu, ratusan mobil berbaris untuk mengumpulkan karung pasir.
"Kami mungkin akan mengungsi, saya dan hewan peliharaan saya, kami mungkin akan pergi ke Georgia," kata Tony Carlson, 32, kepada AFP. "Orang-orang mengira situasinya akan sangat buruk."
Maria Torres, 29, mengatakan keluarganya tidak berencana untuk pergi, tetapi telah menyiapkan generator, makanan, dan air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Yucatan, Meksiko, para pekerja menutup pintu dan jendela kaca, nelayan menarik perahu ke darat, dan sekolah-sekolah diliburkan.
Di Amerika Serikat bagian tenggara, pekerja darurat masih berjuang untuk memberikan bantuan setelah Badai Helene, yang menewaskan sedikitnya 230 orang di beberapa negara bagian.
Badai Helene menghantam garis pantai Florida pada tanggal 26 September sebagai badai Kategori 4, mendatangkan hujan dan menyebabkan banjir besar di kota-kota pedalaman terpencil di negara bagian lebih jauh di utara, termasuk North Carolina dan Tennessee.
Deanne Criswell, kepala Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), juga membantah klaim tentang uang yang dialihkan ke migran sebagai sesuatu yang salah dan mengecam misinformasi tersebut sebagai "berbahaya."
Ia memperingatkan pada hari Senin bahwa "badai ini membawa lebih banyak air daripada sebelumnya dan meskipun kita menghadapi risiko angin, airlah yang membunuh orang."
Para peneliti mengatakan perubahan iklim kemungkinan berperan dalam meningkatnya intensitas badai dengan cepat, karena ada lebih banyak energi di lautan yang lebih hangat untuk mereka manfaatkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!