Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Kaget Saat ke Bangkok, Tailan Kini Perketat Aturan Masuk Akibat Ebola

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 22:57 WIB | Oleh:
Jangan Kaget Saat ke Bangkok, Tailan Kini Perketat Aturan Masuk Akibat Ebola Doc: AFP/NurPhoto

BANGKOK - Otoritas Penerbangan Sipil Tailan (Civil Aviation Authority of Thailand/CAAT) pada Kamis (21/5) mengatakan telah meningkatkan langkah-langkah pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit virus Ebola di dalam sistem penerbangan sipil negara tersebut.

Langkah tersebut dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional akibat risiko penularan lintas perbatasan.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Tailan pada Rabu (20/5) menetapkan kedua negara Afrika tersebut sebagai zona penyakit menular berbahaya untuk virus Ebola, yang mendorong penerapan langkah-langkah skrining dan respons terkoordinasi dalam sektor penerbangan sipil.

Dalam sebuah pernyataan, CAAT mengungkapkan bahwa mereka telah bergabung dalam sesi perencanaan dengan Divisi Pengendalian dan Karantina Penyakit Menular Internasional di bawah kementerian tersebut, bersama maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya guna menyelaraskan protokol kesehatan masyarakat di seluruh sektor.

Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan nonesensial ke RD Kongo dan Uganda serta wilayah berisiko tinggi di sekitarnya. Warga yang harus bepergian wajib mendaftar melalui sistem Thai Health Pass, sementara warga negara asing harus mengisi Kartu Kedatangan Digital Tailan secara akurat untuk mendukung pelacakan kontak dan pemantauan penyakit.

Maskapai penerbangan yang mengoperasikan rute yang terhubung dengan wilayah-wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk memberi tahu penumpang mengenai persyaratan kesehatan masyarakat, melakukan pemeriksaan penumpang di titik keberangkatan, serta membagikan data tempat duduk dan perjalanan penumpang kepada petugas pengendalian penyakit guna memungkinkan penindaklanjutan secara cepat.

Divisi karantina juga telah melakukan simulasi rencana respons untuk kasus-kasus suspek yang teridentifikasi di dalam pesawat maupun setelah tiba di Tailan, menetapkan prosedur koordinasi antara maskapai penerbangan, bandara, otoritas kesehatan, dan lembaga pendukung untuk memastikan kontinuitas operasional serta membatasi gangguan operasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.