Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Diskusi Perang Saudara

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Jadi Tuan Rumah Diskusi Perang Saudara Doc: Facebook/Student Armed Force
Ket. Puluhan anggota pasukan junta ditangkap setelah pejuang PDF melakukan penyergapan di wilayah Sagaing, Myanmar, pada Senin (30/10) lalu.

JAKARTA - Pembicaraan diplomatik mengenai perang saudara di Myanmar akan diadakan di Jakarta menjelang pertemuan puncak regional yang diadakan pekan depan, seorang diplomat senior di Indonesia mengatakan kepada AFP pada Kamis (3/10) lalu.

"Pembicaraan pada tanggal 4 dan 5 Oktober akan melibatkan perwakilan dari Indonesia, Asean, Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta anggota kelompok antijunta," kata diplomat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim.

"Militer yang berkuasa di Myanmar diperkirakan tidak akan ambil bagian," imbuh diplomat tersebut.

Pembahasan mengenai konflik berdarah yang berkecamuk di Myanmar sejak kudeta tahun 2021 akan berlangsung tepat sebelum Asean berkumpul di Laos untuk pertemuan puncak pada 6 hingga 11 Oktober.

Konflik di Myanmar akan menjadi isu utama dalam agenda blok beranggotakan 10 negara tersebut. Asean, di mana Myanmar menjadi salah satu anggotanya, telah memimpin sejumlah upaya diplomatik guna menyelesaikan krisis tersebut namun hanya membuat sedikit kemajuan.

Akibatnya para pemimpin junta Myanmar dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi Asean.

Topik ini telah memecah blok tersebut pada pertemuan sebelumnya, dengan Indonesia, Malaysia, dan Filipina menyerukan tindakan lebih keras terhadap para pemimpin kudeta.

Sedangkan Thailand telah mengadakan pembicaraan bilateral dengan para jenderal serta dengan pemimpin demokrasi yang ditahan Aung San Suu Kyi.

Dorongan diplomatik terbaru ini muncul saat militer Myanmar terhuyung-huyung akibat kekalahan di medan perang terhadap kelompok bersenjata etnis minoritas dan Pasukan Pertahanan Rakyat pro-demokrasi (PDF) yang bangkit untuk menentang kudeta militer.

Serangan Udara

Sementara itu dilaporkan sekitar 10.000 penduduk desa di wilayah Sagaing, Myanmar, telah melarikan diri dari serangan udara yang dilancarkan oleh junta setelah pasukan yang setia kepada pemerintah prodemokrasi bayangan menimbulkan korban pasukan militer yang sangat banyak terhadap pasukan militer, ungkap penduduk kepada kantor berita Radio Free Asia (RFA).

Wilayah pusat Sagaing telah mengalami beberapa kekerasan terburuk selama setahun terakhir dengan gerilyawan pro-demokrasi, yang sebagian besar berasal dari komunitas mayoritas di Myanmar, kerap menyerang pasukan junta yang sering kali membalas dengan artileri berat dan serangan udara.

Pada Rabu (3/10), pesawat militer junta mengebom Desa Maung Htaung di Kota Budalin, sekitar 110 kilometer barat laut Kota Mandalay, menghancurkan bangunan dan melukai sedikitnya dua orang, kata seorang warga.

Serangan udara pada hari Rabu terjadi setelah para pejuang PDF menyergap sebuah pasukan infanteri yang sedang berpatroli dari sebuah kamp di Desa Ku Taw dua hari sebelumnya. "Hampir setengah dari tentara yang berpatroli terbunuh dan sebagian besar sisanya ditangkap," ungkap juru bicara salah satu kelompok pemberontak yang terlibat dalam penyergapan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.