Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akses Kesehatan di Sudan Sangat Terbatas akibat Minim Keamanan

📅 Senin, 30 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Akses Kesehatan di Sudan Sangat Terbatas akibat Minim Keamanan Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Warga Sudan terus menghadapi kesulitan yang parah untuk mendapatkan layanan kesehatan akibat kurangnya keamanan, banyaknya serangan, kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis, tenaga kesehatan, serta dana untuk menutupi biaya operasional fasilitas kesehatan, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (28/9/2024).

JENEWA - Warga Sudan terus menghadapi kesulitan yang parah untuk mendapatkan layanan kesehatan akibat kurangnya keamanan, banyaknya serangan, kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis, tenaga kesehatan, serta dana untuk menutupi biaya operasional fasilitas kesehatan.

"Dengan 70-80 persen rumah sakit di wilayah konflik tidak berfungsi, orang-orang meninggal karena tidak dapat mengakses layanan kesehatan dan obat-obatan dasar yang penting," kata Juru Bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Margaret Harris, dalam konferensi pers PBB pada Jumat (28/9).

Selain itu, tambah Harris, menurut laporan Kementerian Kesehatan Negara Bagian Khartoum pada Juli 2024, hanya 25 persen rumah sakit dan 16 persen pusat layanan kesehatan primer yang berfungsi di negara bagian tersebut.

Seperti dikutip dari Antara, Sudan terjebak dalam konflik antara tentara dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sejak April 2023, dengan sedikitnya 12.260 orang tewas dan lebih dari 33.000 terluka, menurut data PBB.

Harris menyebutkan layanan-layanan penting, termasuk perawatan kesehatan ibu dan anak, penanganan malnutrisi akut parah, serta pengobatan untuk pasien dengan kondisi kronis, telah dihentikan di banyak area pada saat layanan tersebut sangat dibutuhkan.

"Di seluruh Sudan, wanita meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan," ujar juru bicara PBB tersebut.

"Terhentinya imunisasi anak, pengawasan penyakit, dan pengendalian vektor, ditambah dengan masalah akses dan bencana alam, menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran wabah penyakit," lanjutnya.

Pengungsian, ketidakamanan pangan, wabah penyakit, dan ketidakmampuan mengakses perawatan untuk kondisi kronis serta kebutuhan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir juga terus menyebabkan morbiditas dan mortalitas di kalangan penduduk Sudan.

Harris mengatakan banyak wilayah di negara tersebut yang masih sulit diakses oleh tenaga bantuan kemanusiaan.

Masalah keamanan, kendala birokrasi, dan tantangan logistik telah membatasi kemampuan WHO dan mitranya untuk memberikan bantuan langsung ke fasilitas kesehatan di wilayah Darfur, Khartoum, Al Jazirah, dan Kordofan.

"Eskalasi baru-baru ini di Sennar juga berdampak pada operasi kami di negara bagian tersebut, sementara blokade jalan menciptakan tantangan akses untuk negara bagian Nil Biru dan Nil Putih dengan pasokan medis yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa," jelas Harris.

Dengan datangnya musim hujan, penduduk, terutama mereka yang terlantar dan tinggal di tempat penampungan darurat atau tenda, semakin terancam oleh pengungsian lanjutan, penyakit menular, serta ancaman langsung dari hujan deras dan banjir.

Krisis kemanusiaan di Sudan terus memburuk, dengan hampir 6,8 juta orang telah meninggalkan rumah mereka, mencari perlindungan di bagian lain negara tersebut atau mengungsi ke negara tetangga.

Beberapa perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat gagal menghentikan kekerasan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.