Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Status Kebencanaan Bekasi Diturunkan

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 03:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Status Kebencanaan Bekasi Diturunkan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dedy Supriyadi memimpin rapat evaluasi tanggap darurat bencana kekeringan di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Bekasi pada Kamis (26/9).

BEKASI - Status kebencanaan daerah Bekasi diturunkan dari tanggap darurat menjadi masa transisi. Ini berlaku mulai Jumat (27/9) kemarin dengan pertimbangan penurunan area terdampak secara signifikan.

Masa tanggap darurat bencana kekeringan Kabupaten Bekasi ditetapkan sejak 30 Agustus hingga 12 September. Ada dua kali perpanjangan periode 13-19 September serta 20-26 September 2024.

"Di masa transisi ini pemerintah daerah tetap melanjutkan upaya penanganan bencana melalui distribusi bantuan air bersih serta mengatasi lahan pertanian terdampak," jelas Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, di Cikarang, Jumat.

Dia menuturkan, selama pemberlakuan masa transisi pemerintah daerah juga terus memperbarui data kondisi terbaru di lapangan. Ini dilakukan melalui evaluasi rutin setiap kegiatan penanganan bencana kekeringan.

"Kita tetap melakukan monitoring dan tetap mengevaluasi terkait perkembangan penanganan kekeringan untuk hari-hari berikutnya," jelas Dedy. Lebih jauh Dedy menyatakan berdasarkan hasil evaluasi, perkembangan penanganan bencana kekeringan melalui rencana aksi daerah yang dilaksanakan secara gotong royong sudah berjalan baik.

Salah satu rencana aksi daerah yang dijalankan secara masif adalah kegiatan normalisasi aliran sungai yang tersumbat. Selain itu, juga sedimentasi dengan hasil penanganan yang sudah bisa dirasakan masyarakat khususnya para petani di lahan berstatus terancam kekeringan.

"Syukurlah progresnya luar biasa. Capaian kegiatan normalisasi sudah signifikan. Bahkan ada yang sudah mendekati 100 persen," tambahnya. Tentu ini sangat positif. Dari hasil analisis, wilayah kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi pun semakin berkurang.

Dia memastikan kegiatan normalisasi tersebut akan terus dilakukan dengan pengawasan penuh terutama wilayah-wilayah terdampak kekeringan berdasarkan pantauan serta pembaruan data luas area pertanian terkena dampak. Kemudian rencana aksi menyangkut distribusi bantuan air bersih yang dilakukan secara optimal. Maka, dalam beberapa hari terakhir sudah tidak ada permohonan warga di sejumlah wilayah berstatus terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menambahkan, penanganan bencana kekeringan sudah menunjukkan hasil yang signifikan. Ini termasuk dampak positif normalisasi, sehingga pasokan air bisa masuk ke areal persawahan.

"Hasil rapat evaluasi, Bupati sudah menetapkan masa transisi. Tapi kita tetap melayani pengiriman air bila ada permintaan," ucapnya. Dodi menyebutkan, hingga berakhir masa tanggap darurat kekeringan, total bantuan air bersih yang sudah didistribusikan mencapai lebih dari 3 juta liter.

Untuk wilayah terdampak kekeringan per hari ini tersisa delapan kecamatan. Sebelumnya, ada 11 kecamatan. Untuk lahan pertanian, sebagian besar juga sudah dapat teraliri. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.