Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Kemendikbudristek Jangan hanya Perhatikan Guru Penggerak

📅 Rabu, 25 Sep 2024, 19:20 WIB | Oleh:
DPR Minta Kemendikbudristek Jangan hanya Perhatikan Guru Penggerak Doc: muhammad marup
Ket. Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki, dalam siaran TV Parlemen, Rabu (25/9).

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki, meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tidak hanya memperhatikan Guru Penggerak saja. Menurutnya, guru-guru selain guru penggerak harus mendapat perhatian dan dukungan mengingat jumlahnya lebih banyak.

"Pemerintah perlu memperhatikan pengembangan guru lainnya yang jumlahnya lebih banyak sebab hal itu dapat berdampak lebih luas terhadap pembelajaran di sekolah," ujar Zainuddin, dalam siaran TV Parlemen, Rabu (25/9).

Dia menerangkan, perhatian lebih kepada guru penggerak merupakan wujud pengembangan dunia pendidikan yang dimulai dari atas atau pemerintah. Menurutnya, perlu ada pengembangan dari akar bawah dengan menggali potensi guru umum melalui pelatihan maupun seminar.

Zainudin menekankan, kalau hanya Guru Penggerak yang mendapat pendanaan untuk pelatihan maka hanya guru tersebut saja yang bergerak. Menurutnya, pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan secara merata sehingga pendidikan di Indonesia dapat berkembang sama baiknya di tiap daerah.

"Yang jadi masalah itu justru guru-guru yang berada di bawah yang jumlahnya lebih banyak yang ini dampaknya terhadap proses pembelajaran pendidikan secara luas itu menjadi dia punya pengaruh yang lebih luas karena jumlahnya lebih banyak," jelasnya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek, Nunuk Suryani, mengatakan bahwa Pendidikan Guru Penggerak memungkinkan agar para lulusannya menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif. Guru penggerak juga berperan sebagai motivator serta fasilitator dalam menumbuhkan semangat belajar siswa.

"Program ini (bertujuan) mengembangkan (potensi) pendidik sehingga dapat mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila," ucapnya.

Nunuk Suryani menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru. Salah satunya dengan pengangkatan guru ASN PPPK.

"Berdasarkan data capaian program prioritas Ditjen GTK untuk Provinsi Lampung, sebanyak 315 guru berhasil menjadi ASN PPPK, dan 5.742 ASN PPPK telah ditempatkan dalam kategori ASN PPPK 2021-2023," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.