Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu Jepang akan Bertemu Menlu Tiongkok Bahas Kasus Penikaman Warganya

📅 Senin, 23 Sep 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Jepang akan Bertemu Menlu Tiongkok Bahas Kasus Penikaman Warganya Doc: Kyodo
Ket. Menlu Jepang Yoko Kamikawa (kiri) mengatakan pada hari Senin, dia akan bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York minggu ini.

TOKYO - Menteri luar negeri Jepang Yoko Kamikawa mengatakan pada hari Senin (23/9), ia akan bertemu dengan mitranya dari Tiongkok Wang Yi selama kunjungan ke New York untuk membahas penusukan yang mengakibatkan kematian seorang anak sekolah.

Setelah serangan minggu lalu di kota Shenzhen, Tiongkok selatan, Perdana Menteri Fumio Kishida menuntut penjelasan dan mendesak Tiongkok untuk memastikan keselamatan warga Jepang.

"Insiden baru-baru ini di Shenzhen, di mana seorang anak di sekolah Jepang diserang dan dibunuh, sangat tragis," kata Kamikawa kepada wartawan di bandara di Tokyo menjelang perjalanan tersebut.

"Kami akan... mendesak Tiongkok dengan keras untuk memberikan penjelasan yang jelas mengenai fakta-fakta dan menjamin keselamatan rakyat Jepang, khususnya anak-anak," katanya, menurut kementerian luar negeri Jepang.

Ia mengatakan Jepang akan menghabiskan 43 juta yen ($300.000) untuk segera meningkatkan keamanan sekolah Jepang di Tiongkok.

Kamikawa akan melakukan perjalanan ke New York mulai Senin selama tiga hari untuk menghadiri majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang dikirim ke Beijing untuk membahas peristiwa penusukan tersebut dengan pejabat Tiongkok pada hari Senin.

Minggu lalu, Beijing menyatakan "penyesalan dan kesedihan" atas apa yang disebutnya sebagai insiden terisolasi yang "bisa terjadi di negara mana pun".

Media Jepang melaporkan bahwa bocah itu adalah warga negara Jepang berusia 10 tahun yang tinggal di Shenzhen, sementara kementerian luar negeri Beijing mengatakan orang tuanya masing-masing adalah warga negara Jepang dan Tiongkok.

Polisi menahan seorang pria berusia 44 tahun yang diduga menikam anak tersebut.

Meskipun masih belum jelas apakah serangan itu bermotif politik, serangan itu terjadi pada tanggal 18 September, hari peringatan "insiden Mukden" 1931 atau "insiden Manchuria", yang dikenal di Tiongkok sebagai hari penghinaan nasional.

Pada bulan Juni, seorang ibu dan anak Jepang terluka dalam serangan pisau lainnya di Suzhou dekat Shanghai, yang digambarkan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok saat itu sebagai "insiden terisolasi".

Seorang wanita Tionghoa berusia 55 tahun meninggal saat mencoba menghentikan penyerang dan diberi penghormatan oleh pemerintah setempat setelah kematiannya.

Hubungan antara kedua negara memburuk karena Tiongkok semakin tegas dalam sengketa wilayah di kawasan tersebut, dan karena Jepang meningkatkan hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.