Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia-Nepal Tandatangani Perjanjian Bebas Visa Diplomatik Dinas

📅 Senin, 23 Sep 2024, 08:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia-Nepal Tandatangani Perjanjian Bebas Visa Diplomatik Dinas Doc: ANTARA/Suwanti
Ket. Menlu RI Retno Marsudi (kanan) dan Menlu Nepal Arzu Rana Deuba (kiri) dalam pertemuan bilateral Indonesia-Nepal di sela-sela Pekan Pertemuan Level Tinggi pada Sidang Majelis Umum PBB, Minggu (22/09/2024).

NEW YORK - Indonesia dan Nepal menyepakati perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri kedua negara di New York, Amerika Serikat, Minggu (22/9).

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Nepal Arzu Rana Deuba bertemu di kantor Perutusan Tetap RI pada PBB.

Selain perjanjian ini, kedua Menteri Luar Negeri juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Mekanisme Konsultasi Bilateral RI-Nepal.

"Kedua perjanjian ini akan mengintensifkan interaksi antara pejabat pemerintah kedua negara, sekaligus meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Nepal, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata," kata Menlu Retno.

"Saya amat senang bahwa kita dapat membangun hubungan formal antara kedua negara, mengingat kita memiliki banyak kesamaan," ujar Menlu Deuba.

Adapun sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain pengembangan energi terbarukan, industri strategis, forum demokrasi, serta dukungan terhadap pencalonan Indonesia dan Nepal di berbagai forum multilateral.

Kedua Menlu perempuan tersebut juga membahas upaya bersama dalam memajukan hak-hak perempuan di Afganistan.

Secara khusus, Menlu Deuba mengundang Indonesia untuk berinvestasi pada bidang pariwisata dan pengembangan pembangkit listrik tenaga air di Nepal.

Pertemuan Menlu RI dan Menlu Nepal dilakukan di sela-sela Pekan Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-79 PBB.

Menlu Retno dijadwalkan berbicara di sejumlah pertemuan yang digelar PBB, di antaranya Summit of the Future dan sesi Debat Umum. Sejalan dengan itu, pertemuan bilateral juga akan dilaksanakan, yakni dengan sekitar 25 negara dan 14 organisasi internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.