Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenparekraf Siap Promosikan IKN Jadi Destinasi Wisata

📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Kemenparekraf Siap Promosikan IKN Jadi Destinasi Wisata Doc: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Ket. WISNU SINDHUTRISNO Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf - Itu akan terus kita promosikan dan kita bawa ke luar negeri untuk promosinya.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) siap membantu untuk mempromosikan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan destinasi wisata di sekitarnya. Kemenparekraf akan mulai mempromosikan IKN sebagai destinasi wisata baru pada kuartal keempat tahun ini dan kuartal pertama tahun 2025.

"Ini salah satu yang akan menjadi program utama kita ke depan, karena kita harus mempromosikan Ibu Kota Nusantara kita yang baru ini dan beberapa destinasi pariwisata sudah dijajaki di sekitar IKN, serta hal itu akan kita mulai angkat destinasi pariwisata di situ," ujar Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Wisnu Sindhutrisno, di Jakarta, Jumat (20/9).

Seperti dikutip dari Antara, upaya promosi tersebut tidak hanya menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia, namun juga menjangkau sampai ke luar negeri. "Itu akan terus kita promosikan dan kita bawa ke luar negeri untuk promosinya," kata Wisnu.

Sebagai informasi, Otorita IKN mengumumkan masyarakat umum sudah dapat mengunjungi Nusantara untuk melihat langsung progres pembangunan Ibu Kota baru Indonesia. Kunjungan ini akan membawa pengunjung ke sejumlah lokasi menarik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa.

Untuk memastikan kenyamanan dan kualitas pengalaman, jumlah pengunjung dibatasi sebanyak 300 orang per hari. Masyarakat yang ingin berkunjung bisa mendaftar melalui aplikasi IKNOW, dan mendapatkan tiket secara gratis.

Dijemput Bus Listrik

Para pengunjung akan dijemput menggunakan electric vehicle (EV) berupa bus yang nyaman dari kantong parkir yang tersedia di rest area dan Simpang Terunen, menuju lokasi kunjungan.

Sepanjang perjalanan, pengunjung juga akan berkesempatan melihat Istana Garuda yang tengah mengalami efek patina, yaitu perubahan warna pada logam merah menjadi kehijauan akibat oksidasi. Pembukaan Nusantara untuk umum ini merupakan salah satu langkah untuk amplifikasi (pengembangan) informasi bagi masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) OIKN, Troy Pantouw, menilai Istana Negara Garuda di IKN memiliki potensi seperti White House atau Gedung Putih Istana Presiden Amerika Serikat (AS) di Washington DC, yakni Istana tersebut ramah untuk umum/publik atau bisa dikunjungi oleh masyarakat.

"Saat ini, kami baru membuka akses kunjungan hanya sampai di Plaza Seremoni, tapi tidak menutup kemungkinan bakal terbuka seperti White House," kata Troy.

Saat pertama kali Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa Nusantara dibuka untuk umum pada Senin (16/9), jumlah pendaftar melalui aplikasi begitu tinggi, padahal satu hari hanya dibatasi sebanyak 300 orang.

Namun demikian, masyarakat yang ingin mengunjungi dua lokasi tersebut tidak perlu kecewa, karena masih ada kesempatan kunjungan di hari berikutnya, yakni harus daftar lagi melalui aplikasi IKNOW karena kesempatan ini dibuka setiap hari.

Troy menyampaikan, dari OIKN dan pemangku kepentingan lainnya juga sudah memikirkan paket tur langsung ke Istana Negara. Terlebih, saat ini OIKN sudah membuka akses untuk warga melihat secara langsung karya anak bangsa itu.

Kendati demikian, menurut Troy, untuk merealisasikan itu tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, masih diperlukan kajian lagi agar semua aman dan lancar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.