Studi: Selamatkan Hutan di Asia Tenggara untuk Atasi Perubahan Iklim
📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPradana mengatakan, pemerintah harus memprioritaskan pelibatan masyarakat adat dan masyarakat lokal, serta petani kecil, dalam perencanaan tata ruang, untuk memberi insentif bagi perlindungan ekosistem "karbon yang tidak dapat dipulihkan" dan memastikan ketahanan pangan melalui bentang alam yang beragam dan berkelanjutan.
Karbon yang tidak dapat dipulihkan mengacu pada simpanan karbon dalam jumlah besar di alam yang dapat dilepaskan ke atmosfer akibat aktivitas manusia, seperti jika terganggu oleh kebakaran, pertanian, atau pembangunan. Jika hilang, karbon ini tidak dapat dipulihkan pada tahun 2050, saat dunia harus mencapai emisi nol bersih untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!