Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Selamatkan Hutan di Asia Tenggara untuk Atasi Perubahan Iklim

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Studi: Selamatkan Hutan di Asia Tenggara untuk Atasi Perubahan Iklim Doc: istimewa
Ket. Pohon-pohon di semua jenis hutan di wilayah ini diproyeksikan akan mengalami kehilangan yang parah pada tahun 2090 dalam tiga dari empat skenario yang dimodelkan, demikian temuan penelitian tersebut.

SINGAPURA - Dipenuhi dengan tanaman yang menghasilkan resin aromatik, kulit kayu yang dapat digunakan untuk membuat kain dan segala jenis herbal dan rempah, hutan luas Asia Tenggara telah lama dipenuhi dengan kehidupan tanaman yang diandalkan manusia dan hewan.

Sebuah penelitian baru-baru ini oleh Sean Pang yang dilakukan sebagai bagian dari disertasi doktoral di Universitas Nasional Singapura, diterbitkan pada tanggal 27 Agustus di jurnal ilmiah Nature Sustainability menemukan wilayah tersebut menghadapi "ancaman ganda" berupa perubahan iklim dan penggundulan hutan.

Dikutip dari The Straits Times, pohon-pohon di semua tipe hutan di wilayah tersebut, hutan pegunungan dan pesisir, hutan bakau, dan hutan hujan tropis dataran rendah, diproyeksikan akan mengalami kerugian besar pada tahun 2090 dalam tiga dari empat skenario yang dimodelkan dalam penelitian tersebut.

Tren penurunan tersebut harus dihentikan dan dibalikkan, sehingga tutupan pohon di wilayah tersebut malah meningkat, hanya dalam skenario di mana kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim dan perubahan penggunaan lahan diberlakukan.

Skenario ini juga membantu mengurangi ancaman kepunahan bagi banyak spesies.

"Para pembuat kebijakan harus menyadari mengatasi perubahan iklim dan penggunaan lahan sangat penting untuk melindungi nasib pohon-pohon di Asia Tenggara, dan kemungkinan besar juga sebagian besar keanekaragaman hayati di wilayah tersebut," kata penulis utama studi tersebut, Sean Pang.

Melindungi alam dan mengambil tindakan iklim untuk mengurangi pelepasan emisi pemanasan planet ke atmosfer sering kali diperlakukan sebagai isu terpisah.Namun, semakin banyak penelitian yang menekankan keterkaitan antara krisis iklim dan alam, serta pentingnya menangani keduanya secara holistik.

"Sulit untuk mengatakan apakah perubahan iklim atau perubahan penggunaan lahan adalah ancaman yang lebih besar," kata Pang, yang sekarang menjadi peneliti pascadoktoral di Universitas Aarhus di Denmark.

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini ialah kelompok pohon yang berbeda merespons kedua perubahan tersebut secara berbeda.

Misalnya, kerugian akibat iklim jauh lebih parah di wilayah pegunungan, sedangkan kerugian akibat penggunaan lahan umumnya terjadi di wilayah pesisir dan dataran rendah.

Wilayah pesisir dan dataran rendah cenderung dibuka terlebih dahulu karena aksesibilitasnya, meskipun penulis mencatat aktivitas penggundulan hutan kini telah diamati di wilayah dengan ketinggian lebih tinggi.

"Mengurangi pembukaan lahan tetapi masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangunan masyarakat? Sistem pegunungan akan hancur," kata Pang.

"Tetap pada lintasan kita saat ini dengan mitigasi iklim yang moderat tetapi perubahan penggunaan lahan yang luas untuk mendukung perluasan pertanian untuk tanaman pangan dan biofuel seperti minyak kelapa sawit? Hutan pesisir dan dataran rendah kemungkinan akan terus mengalami kerusakan."

Keempat skenario yang digunakan oleh penulis studi ini awalnya dikembangkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.