Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelepasan Satwa untuk Menjaga Ekosistem Alam IKN

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Pelepasan Satwa untuk Menjaga Ekosistem Alam IKN Doc: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Ket. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (ketiga kanan) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kiri) melepas liarkan burung saat mencanangkan hutan pendidikan Wanagama Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (13/9/2024).

JAKARTA - Penghijauan dan pelepasan satwa merupakan upaya untuk menjaga ekosistem alam di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Dengan demikian, konsep forest city dan livable city dapat terus diwujudkan untuk IKN ke depan.

Pembangunan embung di IKN tidak hanya sebagai lanskap atau estetika (keindahan) sebuah kota modern, tetapi juga upaya konservasi sumber daya air. Pelepasan burung dan benih ikan di embung tersebut diharapkan dapat menjaga ekosistem alam di kawasan IKN agar tetap terawat dengan baik," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Jakarta, pekan lalu.

Seperti dikutip dari Antara, Basuki mengatakan embung di IKN memiliki kapasitas tampung sekitar 66.000 meter kubik dengan kedalaman 5-6 meter yang berfungsi untuk menampung air hujan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Rencananya dibangun sekitar 60 embung di KIPP sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Pembangunan embung-embung ini tidak menggali tanah, tetapi memanfaatkan riparian untuk menampung run off (limpasan air permukaan) sesuai dengan kontur tanah yang mengalir ke embung-embung," kata Basuki.

Embung di IKN menerapkan konsep smart water management system dalam perawatan area terbuka hijau melalui penyiraman otomatis (sprinkler) yang menggunakan sensor pendeteksi kadar air, suhu, dan kelembapan.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) sebelumnya melepaskan ratusan burung dan ikan di embung yang ada di IKN.

Berdasarkan siaran pers yang diterima dari Biro Pers Sekretariat Presiden di IKN, Jumat (13/9), Ibu Negara dan anggota OASE KIM melepas sekitar 300 ekor burung yang terdiri dari kutilang (Pycnonotus aurigaster), tekukur (Spilopelia chinensis), terucuk (Pycnonotus goiavier), dan jalak kebo (Acridotheres javanica).

Setelah melakukan pelepasan burung, Ibu Negara dan anggota OASE KIM melakukan pelepasan 350 benih ikan nila merah. Pelepasan burung dan benih ikan di embung tersebut diharapkan dapat menjaga ekosistem alam di kawasan IKN agar tetap terawat dengan baik.

Pelestarian Lingkungan

Ibu Iriana juga melakukan penanaman pohon pule (Alstonia scholaris) di sisi embung untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan memperbaiki kondisi ekosistem di sekitar embung.

Hadir sebagai pemandu peninjauan tersebut yakni Basuki. Basuki menyampaikan embung tersebut bermanfaat untuk konservasi air di kawasan IKN.

"Ini kapasitasnya 66 ribu meter kubik kedalaman 5-6 meter, gunanya adalah untuk konservasi air. Jadi, ini semua air-air hujan yang ada di sekitar sini, ini semua ditampung di embung-embung," tutur Basuki.

Keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta menginformasikan Iriana dan Wury turut melepas ratusan benih ikan gabus ke dalam perairan bendungan. Benih-benih ikan tersebut diharapkan dapat memperkaya ekosistem dan menjaga keseimbangan alam di bendungan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.