Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Jepang
📅 Kamis, 12 Sep 2024, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Yahoo/AFP/Jung Yeon-je
SEOUL - Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke perairan timur semenanjung Korea pada hari Kamis (12/9), kata militer Seoul, uji coba senjata pertama negara bersenjata nuklir itu sejak awal Juli.
Rezim Pemimpin Kim Jong Un telah menggelar puluhan peluncuran (senjata) tahun ini, bagian dari serangkaian uji coba yang menurut para ahli dapat dikaitkan dengan dugaan pasokan senjata ilegal Korea Utara ke sekutunya Russia untuk digunakan di Ukraina.
Pyongyang membantah adanya perdagangan senjata yang melanggar sanksi dengan Russia, tetapi karena diplomasi telah lama terhenti, negara itu menyatakan Korea Selatan sebagai "musuh utama" tahun ini dan baru-baru ini memindahkan senjata berkemampuan nuklir ke daerah perbatasan.
Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan telah mendeteksi beberapa "rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan ke Laut Timur sekitar pukul 07.10 dari Pyongyang hari ini (2210 GMT pada hari Rabu)," mengacu pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Rudal tersebut jatuh setelah terbang sekitar 360 kilometer (220 mil), kata JCS. Pihaknya "segera mendeteksi, melacak, dan memantau" peluncuran tersebut dan berbagi informasi dengan sekutu Tokyo dan Washington.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mengutuk keras peluncuran rudal Korea Utara sebagai provokasi nyata yang secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," tambahnya.
Kementerian Pertahanan Jepang juga mengkonfirmasi peluncuran tersebut. Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan, negaranya "telah mengajukan protes kepada Korea Utara".
Ini merupakan uji coba senjata pertama yang dilakukan Pyongyang sejak 1 Juli, dan terjadi beberapa hari setelah negara itu menandai peringatan penting berdirinya rezim yang berkuasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korea Utara secara berkala meluncurkan rudal sekitar tanggal 9 September, hari berdirinya negara itu, termasuk melakukan uji coba nuklir kelima pada hari yang sama di tahun 2016.
Kerusakan Akibat Banjir
Kurangnya peluncuran rudal dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan disebabkan oleh banjir besar yang telah menghancurkan sebagian wilayah Korea Utara, kata Park Won-gon, seorang profesor di Universitas Wanita Ewha, kepada AFP.
Bahkan pada bulan Agustus, ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan militer gabungan berskala besar yang biasanya membuat Pyongyang marah, Kim tidak menembakkan rudal apa pun, kata Park.
Peluncuran hari Kamis "bisa jadi langkah awal untuk kembali ke pola sebelumnya", imbuhnya. Ia memperingatkan, Kim telah menjanjikan peluncuran satelit tahun ini tetapi belum melaksanakannya, jadi peluncuran ini atau rudal balistik antarbenua (ICBM) bisa jadi menjadi yang berikutnya.
"Korea Utara telah berfokus pada uji coba rudal taktis berkekuatan rendah, yang mampu membawa senjata nuklir dan menyerang Korea Selatan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!