Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes Zuhairi Sebut Inisiatif Indonesia untuk Membangun Kawasan Afrika Disambut Baik

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dubes Zuhairi Sebut Inisiatif Indonesia untuk Membangun Kawasan Afrika Disambut Baik Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi saat berkunjung ke kantor redaksi ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2024).

Jakarta - Negara-negara Afrika menyambut inisiatif dan peran Indonesia dalam membangun kontinen tersebut khususnya melalui Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 pada awal September lalu, demikian menurut Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi.

Dalam wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Selasa, Zuhairi menyatakan bahwa sebagai salah satu negara pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1955, peran Indonesia amat dihargai negara-negara Afrika bahkan hingga kini.

"Kelihatan sekali bagaimana kini, negara-negara Afrika memandang Indonesia dengan penuh kebanggaan, kedekatan, dan persahabatan yang luar biasa," kata Dubes RI untuk Tunisia itu.

Di samping melalui KAA, Zuhairi mengatakan, kedekatan Indonesia terhadap negara-negara Afrika terbina secara kuat berkat jasa Presiden ke-1 RI Soekarno yang senantiasa memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa Afrika di masa lalu.

Eratnya jalinan tersebut juga terlihat dari keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis yang menjadi satu-satunya perwakilan negara ASEAN di negara Afrika Utara tersebut, ucap dia.

"Bung Karno sudah meletakkan satu fondasi untuk membangun kemitraan strategis dengan negara-negara Afrika sejak masa lalu," kata Zuhairi.

Dengan demikian, melalui semangat KAA 1955, Forum Indonesia-Afrika di Bali membangkitkan kembali semangat perjuangan dan solidaritas Asia-Afrika, khususnya dalam bidang kerja sama ekonomi.

Kesepakatan ekonomi dan perdagangan yang dalam IAF ke-2 pun mencapai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp55 triliun. Hal tersebut, ucapnya, mencerminkan pesatnya pengembangan kerja sama niaga antara Indonesia dan negara-negara Afrika.

"Ini menunjukkan bahwa dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, Indonesia kini memainkan peranan yang sangat penting dalam kerja sama perdagangan dengan negara Afrika," ucap Zuhairi.

Selain itu, menurut Direktur Afrika Direktorat Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Dewi Justicia Meidiwaty, sebanyak 40 BUMN maupun perusahaan swasta Indonesia telah berkomitmen memperkuat hubungan ekonomi dan menjalin kerja sama dengan negara-negara Afrika melalui IAF ke-2.

Dalam pernyataannya pada Selasa (3/9), Dewi menyebut sejumlah perusahaan tersebut di antaranya Pertamina, konsorsium Defend ID, Pindad, Biofarma, serta Perusahaan Gas Negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.