Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia: Proses Pemberian Pinjaman Global Harus Disederhanakan

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Bank Dunia: Proses Pemberian Pinjaman Global Harus Disederhanakan Doc: ISTIMEWA
Ket. World Bank

SYDNEY - Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, mengatakan dalam pidatonya setelah mengunjungi 27 negara dari Peru hingga Tuvalu bahwa pemberi pinjaman global perlu bekerja lebih cepat dan menyederhanakan prosesnya di dunia yang mengalami polarisasi yang lebih besar.

Dikutip dari The Straits Times, berbicara di lembaga pemikir Lowy Institute di Sydney pada hari Selasa (10/9), Banga mengatakan kunjungannya pada hari Jumat ke Tuvalu di Pasifik Selatan menandai akhir dari perjalanan yang dimulai lebih dari setahun yang lalu ketika ia mulai menjabat dan berjanji untuk mendengarkan suara-suara di setiap wilayah tempat pemberi pinjaman yang berpusat di Washington itu beroperasi.

"Meskipun aspirasi orang-orang di seluruh dunia bersifat universal, kita hidup di dunia yang penuh dengan polarisasi dan ekstremisme," kata Banga.

Negara-negara yang dikunjunginya membutuhkan lebih banyak dan menuntut kita untuk menjadi lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih berorientasi pada dampak, setelah bertemu dengan para pemimpin Kepulauan Pasifik di Fiji minggu lalu, yang mengatakan negara-negara kepulauan kecil terkadang kesulitan untuk memenuhi persyaratan Bank Dunia.

Di Fiji, Banga mengunjungi klinik kesehatan yang kekurangan staf dan menghadapi peningkatan angka penyakit tidak menular seperti diabetes, sebuah contoh pentingnya fokus baru bank pada penciptaan lapangan kerja.

Target baru bank tersebut termasuk menyediakan perawatan kesehatan yang terjangkau bagi 1,5 miliar orang pada tahun 2030.

Bank Dunia melihat tantangan global berupa perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan kerapuhan saling terkait. "Kami memahami tantangan di Kepulauan Pasifik merupakan gambaran kecil dari kekuatan yang terjadi di seluruh dunia," katanya.

Paling Terdampak

Menurut Institut Lowy, Kepulauan Pasifik, wilayah yang paling terdampak oleh pemanasan lautan, juga merupakan wilayah yang paling bergantung pada bantuan.

Banga mengatakan reformasi Bank Dunia tahun lalu sudah mulai membawa perubahan, dengan mengutip laporan penilaian perusahaan yang memangkas target bank dari 150 menjadi 22 item dan memperpendek waktu persetujuan proyek rata-rata tiga bulan.

"Menemukan cara baru untuk memperkuat neraca Bank Dunia telah membutuhkan tambahan pinjaman sebesar 120 miliar dollar AS selama 10 tahun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.