Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Tuntut Perbaikan Pengelolaan TPA Burangkeng

📅 Senin, 09 Sep 2024, 13:29 WIB | Oleh:
Warga Tuntut Perbaikan Pengelolaan TPA Burangkeng Doc: istimewa
Ket. unjuk rasa

BEKASI - Komunitas Prabu Peduli Lingkungan, Bangkit Petani Pasundan dan pemulung dari Desa Burangkeng melakukan demontrasi di kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, pekan lalu. Demontrasi yang diikuti 40 orang itu menuntut perbaikan pengelolaan TPA Burangkeng.

Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup Indonesia, Bagong Suyoto, dDemontrasi dilakukan karena permintaan dialog tidak direspons.Salah satu orator, Tri Joko menceritakan pengalamannya, terkena dampak lansung pengelolaan TPA Burangkeng yang semakin buruk.

Tri menjelaskan, sudah bertahun-tahun warga terdampak pencemaran tidak mendapatkan perhatian Pemkab Bekasi. TPA dikelola dengan sistem open-dumping, sampah tidak diolah, air lindi tidak diolah, dan langsung mengalir ke kali dan sawah petani.

Lebih jauh Tri menuturkan, seharusnya, seluruh warga Desa Burangkeng yang terdampak sampah mendapat kompensasi. Di sini ada 18.000 KK. Namun, yang mendapat kompensasi baru 1.500 KK, sebesar 100.000 per bulan.

TPA dikelola open dumping timbulkan berbagai permasalahan. Hal ini sudah lama disampaikan kepada Pemkab Bekasi, tetapi kurang direspons. Udara kotor, bau busuk, leachate mengalir ke lahan pertanian, sampah berulang kali longsor dan mengganggu jalan warga. Kemudian,, lingkungan semrawut, antrean truk sampah panjang dan berjam-jam setiap hari.

Lanjutnya, setiap tahun sebanyak 300 miliar dikucurkan untuk TPA Burangkeng, tetapi kondisinya buruk, tidak ada perubahan. Proyek pengolahan sampah di Kertamukti menelan anggaran 50 miliar hanya mampu mengolah sampah 30 ton per hari. Padahal, anggaran itu bisa untuk olah sampah kapasitas lebih besar dan teknologinya lebih murah.

Sementara itu, Moch Hatta Ketua Bangkit Tani Pasundan menambahkan, Kali Burangkeng itu merupakan kali alam. Dulu lebar dan airnya jernih. Aliran air kali berasal dari Cileungsi Bogor. Kemudian, melewati wilayah perbatasan Kelurahan Sumurbatu menuju Desa Burang. Kali itu sudah ada sejak dari nenek moyangnya.

Masih menurut Hatta, kali mulai rusak akibat kegiatan pembuangan sampah. Airnya menghitam seperti kopi dan sangat bau sebab dipenuhi air lindi. Ketika musim hujan, air lindi membanjiri sawah dan merusak tanaman padi. Kondisi ini semakin parah ketika ada pembangunan jalan tol, saluran air jadi kecil dan saat hujan terjadi banjir. Pada musim tanam tahun ini, Hatta mengalami kerugian 7 jutaan karena tanamannya mati terendam air lindi.

Tak Diperhatikan

Tetapi, Desa Burangkeng yang dijadikan tempat pembuangan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi tidak diperhatikan. Seharusnya mendapat prioritas utama dalam berbagai pembangunan. Sampai saat ini tidak punya sekolah tingkat SMP, SMU/SMK. Desa Burangkeng tertinggal pembangunannya, juga sumberdaya manusia/SDM-nya.

Pengelolaan TPA dengan sistem open dumping, sangat jelas melanggar. Salah satunya melanggar UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pelanggaran terus berlangsung tanpa sanksi dari Pemerintah Pusat. Mestinya, TPA Burangkeng ditutup jika tidak diperbaiki pengelolaannya.

Warga punyak hak yang dijamin oleh UUD 1945, bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hak mendapat lingkungan hidup yang baik, sehat dan berkelanjutan.

Menurut Bagong, yang disampaikan dalam unjuk rasa adalah fakta lapangan dan kajian ilmiah. Rapid Assessment Pengelolaan TPA Burangkeng dilakukan 2019-2020. Hasilnya, ditemukan 37-41 masalah.

Kajian cepat dilakukan Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan, Koalisi Persampahan Nasional, Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia serta Karang Taruna Burangkeng. Hal ini diperkuat hasil Rapid Assessment yang dilakukan Ditjen PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2019.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Yuk, Ada 2.150 Lowongan Kerja di Mini Job Fair Pemkot Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Yuk, Ada 2.150 Lowongan Ker...
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.