Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat: Masalah Keadilan Sosial Masih Jadi Pekerjaan Rumah

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 10:21 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengamat: Masalah Keadilan Sosial Masih Jadi Pekerjaan Rumah Doc: Istimewa
Ket. Paus Fransiskus menyapa anak yatim setiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (3/9).

JAKARTA - Masih banyaknya masalah keadilan sosial di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ini menjadi catatan penting buat pemerintah Indonesia di tengah kunjungan Paus Fransiskus ke Tanah Air

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M. Gasa mengatakan, pandangan Sri Paus tentang Indonesia dalam sambutannya menunjukkan bahwa sejatinya bangsa ini memiliki fundasi yang kuat sebagai sebuah negara-bangsa. Bahwa dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 45 secara jelas dan tegas mengatur hubungan masyarakat Indonesia dengan sesamanya, alam dan Tuhan.

Ini menjadi sumber apresiasi Sri Paus terhadap kita, Indonesia. Karena baginya, saat ini kita berada pada situasi krisis, terutama krisis cinta kasih, sehingga konflik, pertikaian dan peperangan sangat rentan terjadi. Indonesia, bagi Paus, menjadi rujukan yang sangat baik bagi negara-negara lain menyangkut soal keberagaman, keharmonisan dan kerukunan antarmasyarakatnya.

"Namun demikian, kita tentu tidak bisa menutup mata dengan segala persoalan yang terjadi di tanah air menyangkut hal-hal yang fundamental seperti keadilan sosial, dan lain sebagainya,"ucap Frederik, Kamis (5/9), merespons pandangan Paus terkait Indonesia.

"Benar bahwa ini masih menjadi persoalan bersama yang harus segera diselesaikan, dan pesan Bapa Paus sangat jelas bahwa Indonesia bisa dan pasti bisa mewujudkan prinsip-prinsip yang termaktub dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 45," tambah Frederik.

Diketahui, Pemimpin Gereja Katolik Dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, menyampaikan pidato di Istana Negara, Jakarta. Paus mengutip pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

"Dengan cara yang sama, kalimat pembuka UUD anda merujuk dua kali pada keadilan sosial sebagai pondasi tatanan internasional yang diinginkan dan sebagai salah satu tujuan yang harus dicapai demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia," tambahnya.

Paus Fransiskus mencoba mendalami Pembukaan UUD 45 milik Bangsa Indonesia.

Sebagai pemimpin Katolik sedunia, Paus menekankan pentingnya Keadilan Sosial sebagai salah satu tujuan yang harus dicapai Bangsa Indoensia. Namun sayang sekali, makin ke sini, tujuan keadilan sosial itu makin jauh dari cita-cita. Ketidakadilan sosial dalam berbagai sendi kehidupan muncul di sana-sini. Makin lama keadilan sosial bukan makin bagus tapi jurangnya makin terbuka.

Terkait relasi sosial dan keadilan sosial ini, Dosen dan Peneliti Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, Bandung Fransiskus Borgias mengatakan dalam Fratelli Tutti (saudara sekalian) ensiklik atau surat edaran ketiga Paus Fransiskus mengatakan terkait persaudaraan yang universal bahwa keterhubungan kita melampaui kemanusiaan.

Sebagai pemimpin dunia yang sangat kharismatik, saya secara pribadi mengharapkan agar suara Paus mendatangkan aura kesejukan, hidup di Indonesia, dalam relasi antar bangsa, dalam relasi manusia dengan makhluk ciptaan lain.

"Harus ada keadilan, harus ada cinta kasih, harus ada belaskasihan. Si vis pacem para iustitiam. Si vis pacem para misericordiam. Si vis pacem para caritatem," tegas Frans.

Frans menekankan akan pentingnya kesadaran. Jangan sampai nilai-nilai yang melekat di dalamnya rusak atau hilang karena dilahap manusia dengan sangat rakusnya.

Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI Suparman mengatakan, perjalanan Paus Fransiskus ke Indonesia menghadirkan pengalaman iman yang mempererat persaudaraan dalam keanekaragaman, memperkuat bela rasa kepada saudari-saudara kami yang miskin, lemah, tersingkir dan menderita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.