Indonesia Kagumi Sikap Sederhana Paus Fransiskus
📅 Rabu, 04 Sep 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Saya rasa karena sejak lama, ada ketegangan, kesalahpahaman sepanjang sejarahnya. Saya rasa Paus ingin membuka jalan hubungan yang baru, yang tidak defensif," ucap Jonathan kepada BBC News Indonesia. Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo, mengatakan bahwa Paus Fransiskus juga secara spesifik ingin mempelajari Islam di Indonesia yang berbeda dari Timur Tengah.
Jonathan menganggap Paus Fransiskus memang sangat fokus melakukan pendekatan terhadap penduduk muslim karena banyak konflik di dunia pecah akibat ketegangan antara Islam dan Kristen.
Semangat Toleransi
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bagas Kurniawan mengemukakan kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik se-Dunia Paus Fransiskus merupakan kesempatan untuk menunjukkan semangat toleransi yang dijunjung tinggi masyarakat Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia melanjutkan toleransi beragama merupakan salah satu fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. HMI berkomitmen menjadi garda terdepan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati di antara semua elemen masyarakat. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai tanda cinta Paus terhadap bangsa Indonesia yang dikenal dengan keragaman dan keharmonisan antarumat beragama. Menurut Benny, Indonesia dengan ideologi Pancasila berhasil menyatukan 714 suku dan berbagai agama yang hidup berdampingan secara damai.
"Paus Fransiskus melihat Indonesia sebagai contoh nyata bagaimana pluralisme bisa dijaga dengan baik," jelas Romo Benny. Dalam ensikliknya, Fratelli Tutti, Paus menegaskan bahwa hanya dengan saling mengakui sebagai saudara tanpa memandang perbedaan agama, budaya, atau etnis, dunia yang lebih damai dan adil dapat tercipta. Kunjungan Paus Fransiskus ini juga disambut hangat oleh Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra.
Ia menyatakan bahwa kedatangan Paus ke Indonesia adalah tanda bahwa hubungan antaragama di Indonesia sangat baik. Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga Surabaya, Ignatius Basis Susilo, mengatakan, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia memiliki arti strategis baik dalam konteks hubungan RI-Vatikan, maupun citra kerukunan hidup beragama yang baik di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Dosen Teologi Moral Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta Frumensius Gions OFM mengatakan, kehadiran Paus di Indonesia memberi tiga makna besar. Pertama adalah akar yang dalam konteks Indonesia mengacu pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Kemudian, kedua ialah jembatan yang bermuara pada tiga aspek yakni dialog, solidaritas dan relasi sosial. "Mari kita membangun dialog bahkan dengan mereka yang bertentangan secara diametral dengan kita," kata Frumens.
Makna ketiga, peduli pada lingkungan, yakni bagaimana manusia itu melihat lingkungan sebagai bagian yang integral dengan dirinya. Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI Suparman mengatakan, perjalanan Paus Fransiskus ke RI menghadirkan pengalaman iman yang mempererat persaudaraan dalam keanekaragaman, memperkuat bela rasa kepada saudara yang miskin, lemah, tersingkir dan menderita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!