Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penggunaan Hewan untuk Penelitian Akan Segera Berakhir

📅 Senin, 02 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Penggunaan Hewan untuk Penelitian Akan Segera Berakhir Doc: afp/ ANNE-CHRISTINE POUJOULAT

Penelitian berbasis hewan telah berkontribusi pada temuan penting dan kemajuan medis. Namun biologi hewan yang terlalu berbeda dengan manusia telah membawa sejumlah masalah sehingga perlu cara lain untuk memperoleh alat uji yang menyerupai biologi manusia untuk meningkatkan mutu pengobatan.

Jutaan hewan pengerat, anjing, monyet, kelinci, burung, kucing, ikan, dan hewan lainnya begitu menderita setiap tahun untuk tujuan penelitian di seluruh dunia. Angka pastinya sulit didapat, tetapi kelompok advokasi Cruelty Free International memperkirakan bahwa 192 juta hewan digunakan pada tahun 2015.

Penelitian berbasis hewan telah berkontribusi pada temuan penting dan kemajuan medis yang menyelamatkan nyawa. Sebagian besar pekerjaan ini terjadi dalam empat domain luas yaitu kosmetik dan produk pribadi, pengujian toksisitas kimia, pengembangan obat, dan penelitian penemuan obat.

Vaksin Covid misalnya pertama kali dikembangkan pada hewan seperti tikus dan primata nonmanusia. Hewan percobaan juga penting dalam memajukan obat AIDS dan dalam mengembangkan pengobatan untuk leukemia dan kanker lainnya, di antara banyak kegunaan lainnya.

Tetapi penelitian pada hewan sering kali gagal menghasilkan hasil yang bermanfaat. Sebuah penelitian tahun 2014 memperkirakan bahwa terapi kandidat untuk penyakit Alzheimer yang dikembangkan pada hewan percobaan telah gagal dalam uji klinis sekitar 99,6 persen. "Seiring dengan semakin kompleksnya isu tentang biologi dan variabilitas manusia, kita mulai menghadapi batasan hewan percobaan," kata Paul Locke, seorang ilmuwan kesehatan lingkungan dan pengacara di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health kepada Scientific American.

Selama ini tidak ada cara untuk menghindari penggunaan hewan untuk penelitian. Padahal sebenarnya biologi hewan terlalu berbeda dari biologi manusia. Spesies hewan kini dianggap tidak lagi memberi wawasan tentang biologi manusia termasuk pada tingkat seluler dan subseluler yang dibutuhkan para ilmuwan saat ini untuk mencapai inovasi.

Komunitas peneliti multidisiplin yang terus berkembang di seluruh dunia sedang menyelidiki alternatif untuk hewan percobaan. Beberapa termotivasi oleh kekhawatiran tentang kesejahteraan hewan, tetapi bagi banyak orang menyelamatkan nyawa jutaan hewan yang sebelumnya mengalami penderitaan itu.

Mereka terutama didorong untuk menciptakan teknologi dan metode yang akan mendekati biologi dan variabilitas manusia lebih baik daripada hewan. Selama sekitar satu dekade terakhir, puluhan laboratorium, perusahaan rintisan, dan kelompok nirlaba telah mengejar metode alternatif yang berkisar dari alat pembelajaran mesin (machine learning) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pembelajaran mesin disebut dapat memprediksi toksisitas kimia hingga organ-on-a-chip (penelitian berbasis chip organ) hidup yang dapat dikombinasikan untuk mereplikasi sistem organ manusia. Bahkan upaya mereka kini telah matang hingga ke titik di mana beberapa laboratorium menghentikan penggunaan hewan sepenuhnya. Penelitian juga mulai menunjukkan bahwa metode baru ini sering kali memberikan jawaban yang jauh lebih akurat daripada hewan percobaan.

Pada 2021, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi untuk menghentikan pengujian hewan dalam penelitian. Badan sains nasional Australia bahkan mulai serius mengeksplorasi percobaan non-hewan untuk pengembangan produk medis.

"Konvergensi perkembangan dalam undang-undang, industri, dan sains ini akan membawa perubahan besar dalam cara kita melakukan penelitian biomedis," kata Danilo Tagle, direktur sebuah kelompok di Institut Kesehatan Nasional AS yang memimpin desakan di seluruh institusi untuk berinvestasi dalam alternatif hewan percobaan.

Tahun ini, Institut Kesehatan Nasional (NIH) meluncurkan dana sebesar 300 juta dollar AS yang secara khusus digunakan untuk mendukung pengembangan, validasi, dan pengujian alternatif non-hewan untuk penyaringan obat, pemodelan penyakit, dan banyak lagi.

Sumber daya ini akan menjadi tambahan dari 8 persen anggaran penelitian NIH sebesar 40 miliar dollar AS yang telah diberikan untuk metode alternatif, persentase yang telah meningkat selama 15 tahun terakhir. "Kami melihat adanya konvergensi dalam legislasi, industri, dan perkembangan ilmiah," kata Tagle.

Pada 1937, ketika 12 pasien datang ke Archibald "Archie" Calhoun dengan keluhan infeksi, dokter dari Covington County, Mississippi ini melakukan apa yang sering dilakukannya. Ia menulis resep untuk sulfonamida, antibiotik yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.